๐ŸŒฆ๏ธ Hadits Arbain Ke 31

Beliaumenjawab, "Zuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Begitu pula, zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu." (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya dengan sanad hasan) Faedah, Tanbih dan Hikmah Hadits. Saat Rasulullah saw wafat, sahabat Sa'ad bin Sahl ra. berusia 15 tahun.

Al-Wafi; Imam Nawawi; Dieb al-Bugha Abul Abbas Sahl bin Saโ€™d as-Saโ€™idi ra. berkata, โ€œSeorang laki-laki datang kepada Nabi saw. dan berkata, โ€œWahai Rasulallah, tunjukkan padaku suatu amalan yang apabila kulakukan aku akan dicintai Allah dan dicintai manusia.โ€ Rasululullah saw. bersabda, โ€œZuhudlah terhadap dunia, pasti Allah mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang di tangan manusia, pasti manusia pun mencintaimu.โ€ HR Ibnu Majah dan yang lain, hadits ini hasan URGENSI HADITS Hadits ini berisikan dua pesan Nabi saw. yang sangat penting. โ€“ Pertama zuhud terhadap dunia dan bahwa zuhud merupakan faktor penyebab kecintaan Allah terhadap hamba-Nya. โ€“ Zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki orang lain. Ini merupakan penyebab untuk mendapatkan kasih sayang dan penghormatan dari orang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang muslim tidak akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, kecuali jika ia mendapatkan cinta Allah dan kasih sayang sesama manusia. Cinta Allah dapat diraih dengan mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia. Sedangkan kasih sayang sesama manusia dapat diraih dengan tidak serakah ingin memiliki harta dunia yang dimiliki orang lain, dan lebih mengutamakan amal shalih. Karena amal shalih akan lebih bermanfaat bagi akhiratnya. Karena itulah, Ibnu Hajar al-Haitamy berkata, โ€œHadits ini adalah satu dari empat hadits yang menjadi siklus ajaran Islam.โ€ KANDUNGAN HADITS 1. Pengertian Zuhud Ada banyak definisi yang diberikan oleh Shalafush shalih terhadap zuhud. Namun semuanya bermaura kepada sebuah definisi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa Abu Idris al-Khaulani ra. berkata, โ€œZuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang harta. Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah lebih meyakini keberadaan yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Jika ditimpa musibah, maka kita lebih berharap untuk mendapatkan pahala.โ€ Jadi pada dasarnya, zuhud bisa disimpulkan dalam tiga hal. Ketiganya adalah amalan hati. Karena itulah, Abu Sulaiman ad-Darany berkata, โ€œJanganlah kamu bersaksi bahwa seseorang itu orang yang zuhud, karena zuhud tempatnya di hati.โ€ Tiga hal tersebut adalah a. Lebih meyakini keberadaan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan. Sikap seperti ini lahir dari keyakinan yang benar dan tertanam sangat kuat bahwa Allah swt. akan dan selalu menjamin rizky hamba-Nya. Firman Allah โ€œDan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkynya.โ€ Huud 6 โ€œDan di langit terdapat [sebab-sebab] rezekinya.โ€ adz-Dzaariyaat 22 b. Jika seseorang mendapatkan musibah dalam urusan dunia, misalnya hilangnya harta benda, meninggalnya anak, maka ia lebih berharap akan mendapatkan pahala atas musibah tersebut, daripada meraung-raung seraya meminta agar musibah tersebut tidak terjadi. Sikap seperti ini hanya bisa ditumbuhkan oleh keimanan yang sempurna. Sikap ini menunjukkan betapa seseorang menganggap dunia adalah sesuatu yang remeh. Ibnu Umar ra. berkata, dalam doanya Rasulullah saw. menyebutkan, โ€œYa Allah, berikanlah kepada kami, rasa takut kepada-Mu yang bisa menyampaikan kami kepada surga-Mu dan keyakinan yang bisa menjadikan kami menganggap remeh berbagai musibah duniawi.โ€ c. Baik pujian maupun cercaan tidak mempengaruhinya dalam berpegang teguh pada kebenaran. Ini adalah merupakan tanda sikap zuhud terhadap dunia. Ibnu Masโ€™ud berkata, โ€œYakin adalah tidak mengharapkan keridlaan manusia dengan cara yang membuat Allah murka.โ€ Berikut beberapa ungkapan para ulama seputar zuhud Hasan al-Basri berkata, โ€œSeorang yang zuhud adalah jika ia melihat orang lain ia berkata Ia lebih baik dariku.โ€™โ€ Wahb bin al-Ward berkata, โ€œZuhud adalah hendaknya kamu tidak sedik ketika kehilangan dunia dan tidak bangga ketika mendapatkannya.โ€ Az-Zuhri berkata, ketika ditanya tentang zuhud, โ€œTidak tergoda oleh yang haram, dan tidak tertipu oleh yang halal.โ€ Sufyan bin Uyainah berkata, โ€œSeseorang yang zuhud adalah jika mendapat nikmat ia bersyukur, dan jika ditimpa musibah ia sabar.โ€ Rabiโ€™ah berkata, โ€œZuhud yang paling utama adalah mengumpulkan sesuatu yang benar dan meletakkannya dengan benar.โ€ Suyan ats-Tsauri berkata, โ€œZuhud adalah pendek angan-angan. Bukan dengan memakan makanan yang tidak enak dan mengenakan pakaian yang jelek.โ€ Imam Ahmad berkata, โ€œZuhud adalah pendek angan-angan dan tidak serakah terhadap harta yang dimiliki orang lain.โ€ 2. Macam-macam Zuhud. Menurut sebagian salafush Shalih, zuhud ada tiga a. Zuhud terhadap kemusyrikan b. Zuhud terhadap perkara-perkara yang dilarang c. Zuhud terhadap perkara-perkara yang diperbolehkan. Dua macam zuhud pertama adalah wajib, sedangkan yang ketiga bukanlah yang wajib. Ibnul Mubarak berkata, bahwa Maโ€™la bin Abi Muthiโ€™ berkata, โ€œZuhud ada tiga bentuk a. Segala perbuatan atau ucapan hanya karena Allah, dan bukan untuk mendaptkan keuntungan duniawi. b. Hanya membatasi diri pada hal-hal yang bermanfaat. c. Zuhud terhadap hal-hal yang halal. Ini hanya sebatas anjuran. Ibrahim bin Adham berkata, โ€œZuhud ada tiga jenis zuhud wajib, zuhud keutamaan, dan zuhud keselamatan. Zuhud wajib adalah zuhud terhadap hal-hal yang dilarang. Zuhud keutamaan adalah zuhud terhadap hal-hal yang dibolehkan. Sedangkan zuhud keselamatan adalah zuhud terhadap hal-hal yang syubhat.โ€ Imam Ahmad Ahmad berkata, โ€œZuhud ada tiga bentuk a. Meninggalkan yang dilarang. Ini adalah zuhudnya orang-orang awam b. Meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan akan tetapi melebihi kebutuhan. Ini adalah zuhudnya khowash orang-orang khusus c. Meninggalkan hal-hal yang memalingkan dari mengingat Allah. Ini adalah zuhudnya arifin orang-orang yang memahami ajaran Islam dengan sempurna 3. Langkah-langkah untuk meraih sifat zuhud. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh seorang muslim, untuk meraih sifat zuhud. Diantaranya a. Memikirkan kehidupan akhirat dan hari perhitungan. Dengan begitu ia dapat mengalahkan godaan syetan dan hawa nafsunya. Ia juga tidak tergoda oleh gemerlapnya dunia yang sementara. Diriwayatkan bahwa Haritsah ra. berkata kepada Rasulullah saw., โ€œPagi ini saya menjadi orang mukmin yang sebenarnya.โ€ Beliau berkata kepadanya โ€œSeorang mukmin yang benar itu memiliki hakekat. Lantas apa hakekat dari keimananmu?โ€ ia menjawab โ€œSaya jauhkan diriku dari dunia, hingga di mataku batu dan permata tampak sama. Saya seakan-akan melihat singgasana Tuhanku tampak nyata. Saya seakan-akan melihat penduduk surga bersenang-senang di dalam surga, dan penduduk neraka disiksa di dalam neraka.โ€ beliau berkata, โ€œHai Haritsah, kamu telah mengetahuinya. Karena itu, tetaplah seperti itu.โ€ b. Menumbuhkan perasaan bahwa kenikmatan dunia dapat memalingkan hati dari dzikir kepada Allah, dan dapat mengurangi derajat di sisi-Nya. Juga dapat memperlambat proses hisab, karena akan ditanya tentang bagaimana ia mensyukuri nikmat tersebut. Firman Allah โ€œKemudian kamu pasti akan ditanya, pada hari itu, tentang kenikmatan [yang kamu megah-megahan di dunia].โ€ at-Takaatsur 8 c. Memahami sepenuhnya bahwa dunia adalah perkara yang tidak ada harganya dan akan cepat sirna jika dibanding dengan apa yang ada di sisi Allah. โ€œSeandainya dunia ini, di sisi Allah, sebanding dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum orang kafir, walau seteguk air.โ€ d. Selalu menghadirkan perasaan bahwa dunia adalah terkutuk. Rasulullah bersabda, โ€œDunia adalah terkutuk dan terkutuk juga apa-apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan yang mengikutinya, orang yang berilmu, atau orang yang mencari ilmu.โ€ HR Ibnu Majah. Sanad hadits ini hasan Riwayat lain menyebutkan โ€œKecuali hal-hal yang dipergunakan untuk mencari ridla Allah.โ€ Artinya, dunia dan isinya hanya akan menjauhkan manusia dari Allah, kecualii ilmu yang bermanfaat yang dapat membimbing manusia untuk mengenal, mendekat, dan mengingat Allah. 4. Dunia itu sepele, jangan sampai tertipu. Orang-orang yang zuhud terhadap dunia, akan semakin bertambah kezuhudannya, manakala membaca firman-firman Allah swt. dan hadits-hadits Rasulullah saw. Ia akan mendapatkan bahwa dunia hanyalah sesuatu yang tidak berharga. Karenanya, ia tidak akan tertipu dengan dunia. Firman Allah, โ€œtetapi kamu [orang-orang] kafir memilih kehidupan dunia. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.โ€ al-Aโ€™laa 16-17 โ€œKatakanlah Kesenangan dunia hanya sebentar. Sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.โ€ an-Nisaaโ€™ 77 โ€œMaka janganlah sekali-sekali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan [pula] penipu [setan] memperdayakanmu dalam [menaati] Allah.โ€ Lukman 33 โ€œMereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia ini [dibandingkan dengan] akhirat, hanyalah kesenangan [yang sedikit].โ€ ar-Raโ€™d 26 Jabir bin Abdullah ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. lewat di sebuah pasar. Sementara orang-orang sibuk dengan urusan dunia. Ketika melihat bangkai seekor anak kambing congek, beliau mengambilnya dan bertanya, โ€œSiapa di antara kalian yang mau membeli ini satu dirham?โ€ Mereka menjawab โ€œKami tidak mau. Kami apakan bangkai itu?โ€ Beliau bertanya, โ€œBagaimana, kalau ini kalian miliki secara gratis?โ€ Mereka menjawab โ€œDemi Allah, seandainya ia masih hidup, kami tidak tertarik karean kambing itu kambing congek. Apalagi sudah menjadi bangkai.โ€ Rasulullah saw. bersabda, โ€œDemi Allah, sungguh dunia ini leibih rendah derajatnya daripada bangkai ini, di sisi Allah.โ€ HR Muslim Al-Mustaurid al-Fihri berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, โ€œTidaklah dunia, jika dibandingkan dengan akhirat, melainkan semupama salah seorang di antara kamu memasukkan ujung jarinya ke lautan, maka lihatlah air yang menempel di ujung jari.โ€ HR Muslim 5. Cercaan terhadap dunia tidak ditujukan kepada waktu atau tempat. Cercaan itu disebutkan dalam al-Qurโ€™an maupun hadits, bukan tertuju pada masa, yaiti siang dan malam yang saling bergantian hingga hari kiamat. Karena Allah menjadikan keduanya bergantian untuk memberi kesempatan bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan mau bersyukur. Cercaan tersebut juga bukan tertuju pada tempat, yaitu bumi yang telah dijadikan Allah sebagai tempat berpijak. Bukan pula pada tumbuhan dan makhluk-makhluk yang diciptakan Allah sebagai nikmat bagi hamba-hamba-Nya. Bagaimanapun kenikmatan tersebut telah diberikan Allah kepada kita, untuk dimanfaatkan. Bahkan segala kenikmatan yang ada adalah bukti bahwa Allah itu ada dan Mahakuasa. Akan tetapi cercaan tersebut pada dasarnya adalah cercaan terhadap sikap dan perilaku di dunia. Karena sering kali manusia menyalahi ajaran para Rasul, dan melakukan hal-hal yang menimbulkan mudlarat. Firman Allah, โ€œKetahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudina tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning.โ€ al-Hadid 20 Ibnu Rajab al-Hambali membagi manusia dalam dua golongan 1. Pertama, golongan yang mengingkari kehidupan setelah mati. Mereka tidak mempercayai semua amalannya di dunia akan mendapatkan balasan. Mereka inilah yang disebut dalam al-Qurโ€™an โ€œSesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan tidak percaya akan pertemuan dengan Kami, merasa puas dengan kehidupan dunia, merasa tentaram dengan kehidupan ini, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Tempat mereka adalah neraka, sebagai balasan atas apa yang mereka perbuat.โ€ Yunus 7 Mereka hanya mengejar kesenangan dunia, sebelum ajal menjemput mereka. Allah berfirman โ€œDan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang [di dunia] dan makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.โ€ Muhammad 12 Di antara mereka, ada yang menyerukan untuk berlaku zuhud. Mereka berfikir, bahwa banyaknya urusan dunia hanya akan menambah pusing, bahkan manakala hati semakin cinta dunia maka ia akan semakin merasa pedih saat berpisah dengan dunia. 2. Kedua, golongan yang mempercayai adanya kehidupan setelah mati. Mereka meyakini bahwa semua perbuatan di dunia akan mendapatkan balasan. Mereka inilah pengikut para rasul. Golongan ini terbagi menjadi tiga kelompok a. Dhalim terhadap dirinya b. Pertengahan c. Senantiasa berlomba dalam kebaikan. Kelompok yang paling banyak adalah kelompk pertama. mereka ini terbuai dengan kesenangan dunia. Bahkan dunia menjadi tujuan utamanya. Mereka tidak menyadari bahwa kenikmatan dunia hanyalah menopang untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat, meskipun mereka mengklaim beriman terhadap akhirat. Sedangkan kelompok kedua adalah orang-orang yang memahami hakekat kehidupan dunia, namun masih terlampau berlebihan dalam mereguk kenikmatan yang dibolehkan. Meskipun tindakan itu tidak berdosa, namun akan mengurangi derajatnya di sisi Allah swt. Ibnu Umar ra. pernah berkata, โ€œSetiap kali seseorang mendapatkan dunia, niscaya derajatnya di sisi Allah berkurang, meskipun ia orang yang dermawan.โ€ Qatadah bin Nuโ€™man ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda โ€œJika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan menjauhkan orang tersebut dari dunia, seperti kalian menjauhkan orang sakit dari makanan dan minuman yang membahayakan. HR Tirmidzi Abdullah bin Umar ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, โ€œDunia adalah penjara bagi orang mukmin, dan surga bagi orang kafir.โ€ HR Muslim Adapun kelompok ketiga adalah kelompok yang paling sedikit. Mereka inilah yang betul-betul memahami hakekat kehidupan dunia dan mengimplementasikan pemahaman mereka dalam kehidupan nyata. Mereka memahami bahwa dunia hanyalah ujian bagi manusia, agar dapat diketahui siapa yang paling baik amalnya. Mereka juga memahami semua kenikmatan dunia tidaklah kekal. Firman Allah, โ€œDan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan [pula] apa yang di atasnya menjadi rata lagi tandus.โ€ al-Kahfi 8 Karena itu mereka mengambil segala kenikmatan dunia hanyalah sekedarnya. Atau diibaratkan dalam sebuah hadits, seperti sekadar melepas lelah. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda, โ€œAku tidak ada urusan dengan dunia. Perumpamaanku dengan dunia, ibarat seorang musafir yang bernaung di bawah pohon, setelah itu ia melanjutkan perjalanan.โ€ Di antara mereka ada yang mengambil kenikmatan dunia hanya sekadar untuk menyambung hidup. Gaya hidup seperti inilah yang sering ditempuh mereka yang juhud. Di antara mereka ada yang mengambil kenikmatan dunia hanya sekedar yang mereka butuhkan, agar kuat dalam melakukan ibadah kepada Allah. Rasulullah bersabda, โ€œAku dikaruniai rasa suka kepada wanita dan wewangian.โ€ HR Ahmad dan Nasaโ€™i Aisyah ra. berkata, โ€œRasulullah saw. sukan kepada wanita, wewangian dan makanan. Ia mendapatkan wanita dan wewangian. Sedangkan makanan beliau tidak mendapatkannya.โ€ HR Ahmad beliau juga bersabda, โ€œDunia adalah sebaik-baik tempat bagi orang yang menjadikannya bekal untuk akhirat demi mencari ridla Tuhannya. Dan dunia adalah seburuk-buruk tempat bagi orang yang terlena dengannya sehingga tercampak di akhirat dan tidak mendapatkan ridla Allah.โ€ al-Hakim 6. Cara mendapatkan kecintaan Allah. Kita bisa mendapatkan mahabbatullah [cinta Allah] dengan bersikap zuhud terhadap dunia, karena Allah mencintai orang yang menaati-Nya. Dengan zuhud terhadap dunia, berarti kita hanya mengisi ruang hati kita dengan kecintaan kita kepada Allah, maka Allah pun akan mencintai kita. Lain halnya dengan orang yang mencintai dunia. Ruang hatinya akan terisi kecintaan dunia, hingga tidak mungkin menyatu dengan kecintaan Allah. Karena itu dalam riwayat Rasulullah saw. bersabda, โ€œCinta dunia adalah pangkal segala dosa.โ€ Allah adalah Dzat yang tiada sekutu bagi-Nya. Karenanya, Dia tidak suka jika ada yang menempati hati hamba-Nya selain Dia. Andaikan tetap dipaksakan maka orang tersebut telah menyekutukan Allah di dalam hatinya dengan kecintaan terhadap dunia. Cinta dunia yang dilarang adalah cinta dunia yang membuatnya lupa kepada Allah. Sedangkan cinta dunia yang dimaksud untuk kebaikan dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, maka hal tersebut sangatlah baik. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, โ€œSebaik-baik harta yang baik adalah hartanya laki-laki yang baik [shalih]. Harta tersebut digunakan untuk menyambung silaturahim dan untuk melakukan kebaikan.โ€ HR Ahmad 7. Cara mendapatkan kasih sayang sesama manusia Hadits di atas mengajarkan kepada kita bagaimana mendapatkan kasih sayang dari sesama manusia. Yaitu dengan zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain. Ketika kita membiarkan mereka dengan apa yang mereka senangi, maka mereka akan suka kepada kita. Sebaliknya, jika kita menginginkan apa yang mereka senangi, mereka akan membenci kita. Hasan al-Bashri berkata, โ€œSeseorang akan tetap disenangi sesama manusia selama ia tidak tamak terhadap apa-apa yang mereka miliki. Karena jika ia tamak, maka mereka akan membencinya.โ€ Seorang Badui bertanya kepada penduduk Bashrah, โ€œSiapakah pemimpin kalian?โ€ Mereka menjawab, โ€œHasan al-Bashri.โ€ Ia bertanya, โ€œDengan apa ia menjadi pemimpin kalian?โ€ Mereka menjawab, โ€œOrang-orang membutuhkan ilmunya, sedangkan ia tidak memerlukan dunia yang mereka miliki.โ€ Ia berkata, โ€œAlangkah baiknya orang ini.โ€ Etika seperti itu perlu sekali dimiliki oleh para pemimpin dan ulama. Ketika pemimpin bersikap zuhud, rakyat akan menyukai dan mengikuti aturannya. Demikian juga ulama, jika mereka zuhud, umat akan menghormati ucapannya dan akan mematuhi nasehatnya. Ibnu Salam pernah bertanya kepada Kaโ€™ab ra. di hadapan Umar ra., โ€œApa yang menjadikan ilmu itu cepat hilang, padahal sebelumnya telah dihafal dan dijaga?โ€ Kaโ€™ab ra. menjawab, โ€œTamak, perangai buruk, dan meminta-minta.โ€ Ibnu Salam berkata, โ€œBenar.โ€ 8. Zuhudnya Rasulullah dan para shahabatnya Jika kita ingin mengetahui contoh keteladanan dalam masalah zuhud, maka kita akan mendapatkanya pada diri Rasulullah saw. baik ucapannya maupun perbuatannya. Bagaimanapun ucapan dan perbuatan Rasulullah saw. adalah hasil didikan Allah swt. Allah berfirman, โ€œDan janganlah kamu tujukan kedua matamu dari kepada mereka apa-apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal.โ€ ThaaHaa 131 Selama hidupnya, sebelum dan sesudah hijrah, dalam keadaan senang maupun susah, Rasulullah saw. senantiasa bersikap zuhud terhadap segala kenikmatan dunia, mengejar kepentingan akhirat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Sikap ini kemudian ditiru oleh para shahabat ra. Mereka kemudian menjadi orang-orang yang patut menjadi teladan bagi orang-orang yang berusaha bersikap zuhud. Suatu saat Ibnu Umar mendengar seseorang yang bertanya, โ€œDimana orang-orang yang zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat?โ€ lalu Ibnu Umar menunjukkan Kuburan Rasulullah saw., Abu Bakar, dan Umar, seraya berkata, โ€œMereka yang kamu tanyakan?โ€ Ibnu Masโ€™ud ra. pernah berkata kepada teman-temannya, โ€œShalat, puasa dan jihad kalian, lebih banyak dari yang dilakukan oleh para shahabat ra. Akan tetapi kebaikan mereka lebih banyak daripada kalian.โ€ Mereka bertanya, โ€œBagaimana bisa terjadi?โ€ Ia menjawab, โ€œMereka lebih zuhud dari pada kalian. Mereka mendapatkan banyak harta dunia, akan tetapi harta itu mereka belanjakan untuk perjuangan Islam.โ€ Abu Sulaiman pernah berkata, โ€œUtsman ra. dan Abdurrahman bin Auf ra. adalah gudang harta. Keduanya membelanjakan harta itu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Semua tingkah lakunya dilakukan sepenuh hati dan didasari pengetahuan yang luas.โ€ 9. Zuhud yang tidak benar. Zuhud yang benar adalah seperti yang telah dijelaskan di atas. Adapun zuhud yang tidak benar adalah menolak semua jenis kenikmatan dunia dan tidak mau merasakannya sedikitpun. Zuhud dengan pengertian seperti ini dianut oleh sebagian umat Islam pada masa pemerintahan Abasiyah mulai melemah. Mereka mengenakan baju compang-camping dan tidak mau bekerja. Hidup mereka adalah hanya menggantungkan dari shadaqah orang lain. Dengan kondisi seperti ini, mereka mengklaim bahwa dirinya adalah orang yang zuhud. Padahal Islam sama sekali tidak menghendaki perilaku hina yang membawa kehancuran tersebut. Umat Islam dewasa ini telah bisa menjauhi pemikiran seperti ini, mereka berusaha dan berlomba-lomba untuk mendapatkan keuntungan dunia yang halal. Bahkan ada kekhawatiran, berkibat lupa akan akhirat. Karenanya kita harus selalu berusaha mencari sarana yang dapat mengingatkan kita kepada Allah, dan membawa kita kepada sikap zuhud, agar kita selamat dari godaan setan dan tidak terlena dengan dunia. & Tag31, agama, al-wafi, arbain, bahasa indonesia, hadist arbain, hadits, hujjah, Imam Nawawi, islam, reliqion, riwayat, tafsir hadits, zuhud

VideoHadits Arbain Nawawi ke 31 kali ini membahas tentang keutamaan zuhud. Berikut teks Arti Hadits Arbain ke 31. ุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ุนุจุงุณ ุณู‡ู„ ุจู† ุณุนุฏ ุงู„ุณุงุนุฏูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ู‚ุงู„: ุฌุงุก ุฑุฌู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠุŒ ูู‚ุงู„: ( ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ! ุฏู„ู†ูŠ ุนู„ู‰ ุนู…ู„ ุฅุฐุง ุนู…ู„ุชู‡ ุฃุญุจู†ูŠ ุงู„ู„ู‡
November 07, 2021 Kitab Hadits Arbain NawawiKitab Arbain Nawawi atau Al-Arba'in An-Nawawiyah Arabุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ kitab hadis 40 hadis masyhur pilihan. Arbaโ€™รฎn artinya 40 , akan tetapi hadis dalam kitab arbain nawawi tidaklah persis 40, melainkan 42 hadits. Arbaรฎn Nawawiyah yang disusun oleh Imam an-Nawawi, ia memuat sekumpulan hadits namun sanadnya tidak disebut secara lengkap dan disandarkan kepada penulis kitab utama mislanya al-Bukhรขri, muslim dan lain-lain. Hadits-hadits dalam kitab Arbaรฎn Nawawiyah merupakan landasan atau fondasi dalam agama Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa ajaran Islam, atau setengahnya, atau sepertiganya berlandaskan pada hadits-hadits dalam kitab ini Imam an-Nawawi, al-Arbaโ€™รฎn an-Nawawiyah, Beirut Dar el-Minhaj, cetakan pertama, 2009, h. 44Penyusun atau pengarang kitab arbain nawawi adalah Al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุฃุจูˆ ุฒูƒุฑูŠุง ู…ุญูŠูŠ ุงู„ุฏูŠู† ุจู† ุดุฑู ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ุงู„ุฏู…ุดู‚ูŠ, atau lebih dikenal sebagai Imam Nawawi, adalah salah seorang ulama besar mazhab Syafi' ini adalah Hadits Ke 31 Ketiga Puluh Satu dalam Kitab Arbain Nawawi bertulisan Arab harakat beserta terjemahan artinya dalam bahasa indonesia, dengan disertai penjelasan syarh Hadits Ke 31 Ketiga Puluh satu Kitab Arbain NawawiุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุณูŽุนู’ุฏู ุจู’ู†ู ุณูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูุฏููŠู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ๏ทบ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฏูู„ู‘ูŽู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ุฅูุฐูŽุง ุนูŽู…ูู„ู’ุชูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽู†ููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽู†ููŠูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุฒู’ู‡ูŽุฏู’ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูุญูุจู‘ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงุฒู’ู‡ูŽุฏู’ ูููŠู’ู…ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูุญูุจู‘ูŽูƒูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูยป ุญูŽุฏููŠู’ุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุจูุฃูŽุณูŽุงู†ููŠู’ุฏูŽ Abul Abbas Saโ€™ad bin Sahl As-Saโ€™idi Radhiyallahu Anhu berkata seseorang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lalu berkata, โ€œWahai Rasulullah! Tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku kerjakan, maka Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku!โ€ Beliau menjawab, โ€œZuhudlah di dunia maka Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia maka manusia akan mencintaimu.โ€ Hadits hasan, HR. Ibnu Majah no. 4102 dan selainnya dengan sanad yang hasanPelajaran yang terdapat dalam hadits / ุงู„ููˆุงุฆุฏ ู…ู† ุงู„ุญุฏูŠุซ1. Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud adalah tidak adanya keter-gantungan dan terpusatnya perhatian terhadapnya .2. Bersikap qanaah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta bersikap iffah dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap Jiwa yang merasa cukup dan iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Allah merupakan hakekat zuhud.
\n\n \n\n \nhadits arbain ke 31

HaditsArbain ke 31: amalan yang menjadi sebab dicintai Allah dan manusia

By Selasa, 15 Juni 2021 pukul 127 pmTerakhir diperbaharui Jumat, 18 Juni 2021 pukul 111 pmTautan Hadits Arbain 31 โ€“ Anjuran Untuk Menjadi Orang Zuhud merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, dalam pembahasan Al-Arbaโ€™in An-Nawawiyah ุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi Rahimahullahu Taโ€™ala. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 1 Ramadhan 1442 H / 13 April 2021 M. Status Program Kajian Kitab Hadits Arbain Nawawi Status program kajian Hadits Arbain Nawawi AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Selasa sore pekan ke-2 dan pekan ke-4, pukul 1630 - 1800 WIB. Download juga kajian sebelumnya Hadits Arbain 30 โ€“ Allah Telah Menetapkan Kewajiban-Kewajiban Kajian Hadits Arbain 31 โ€“ Anjuran Untuk Menjadi Orang Zuhud ุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูุฏููŠูู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ๏ทบ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฏูู„ูŽู‘ู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ุฅูุฐูŽุง ุนูŽู…ูู„ู’ุชูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู†ููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู†ููŠูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุฒู’ู‡ูŽุฏู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูŠูุญูุจูŽู‘ูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงุฒู’ู‡ูŽุฏู’ ูููŠู’ู…ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูŠูุญูุจูŽู‘ูƒูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูยป ุญูŽุฏููŠู’ุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุจูุฃูŽุณูŽุงู†ููŠู’ุฏูŽ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู. Diriwayatkan dari Sahl bin Saโ€™ad As-Saโ€™idi Radhiyallahu Anhu, beliau mengatakan, โ€œSeseorang pria telah datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan dia mengatakan kepada beliau, Wahai Rasulullah, tunjukkanlah saya kepada satu amal yang kalau saya mengamalkannya maka Allah akan mencintai saya dan orang-orang akan mencintai saya.โ€™ Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Zuhudlah dalam dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah pada apa-apa yang dimiliki oleh manusia, niscaya manusia akan mencintaimu.โ€™โ€ Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya dengan sanad hasan Perbincangan dari sahabat ini menunjukkan semangat mereka untuk meraih kebaikan. Kebaikan yang terkait dalam hadits ini adalah mendapatkan cinta Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan cinta dari manusia. Ini adalah cita-cita yang sangat mulia. Kalau kedua cinta ini bisa kita kumpulkan, maka itulah yang terbaik. Tapi kalau seandainya tidak bisa dikumpulkan, kalau kita mengejar cinta Allah kita harus dibenci manusia, maka kita tahu sikap apa yang harus kita lakukan, yaitu mendahulukan cinta Allah diatas cinta manusia. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ู…ูŽู†ู ุงู„ู’ุชูŽู…ูŽุณูŽ ุฑูุถูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุณูŽุฎูŽุทู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€œBarangsiapa yang mencari ridha Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan ridha padanya dan Allah akan menjadikan manusia ridha kepada dia. ูˆูŽู…ูŽู†ู ุงู„ู’ุชูŽู…ูŽุณูŽ ุฑูุถูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุณูŽุฎูŽุทู ุงู„ู„ู‡ู ุณูŽุฎูุทูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฎูŽุทูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู โ€œDan barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan mengorbankan ridha Allah, maka Allah akan murka padanya dan Allah akan menjadikan manusia murka kepadanya suatu saat.โ€ HR. Ibnu Hibban Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini. Download mp3 Kajian Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Lihat juga Hadits Arbain Ke 1 โ€“ Innamal Aโ€™malu Binniyat Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama โ€œHadits Arbain 31 โ€“ Anjuran Untuk Menjadi Orang Zuhudโ€ ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui Telegram Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui Facebook

TerjemahHadits Ke 31 (KeTiga Puluh Satu) Kitab Arbain Nawawi Beserta arti dan Penjelasannya Ringkas Oleh terjemahan kitab Oktober 16, 2021 Kitab Arbain Nawawi atau Al-Arba'in An-Nawawiyah (Arab:ุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ) Arba'รฎn berarti 40 , namun hadis dalam kitab ini tidak berjumlah persis 40, melainkan 42 hadits.

Sebelumnya sudah dibahas Kumpulan Hadits Arbain 26 sampai 30 pada pos Mari kita lanjut ke Kumpulan Hadits Arbain 31 sampai 35. Kumpulan Hadits Arbain lainnya Kumpulan Hadits Arbain 1 โ€“ 6 Kumpulan Hadits Arbain 7 โ€“ 10 Kumpulan Hadits Arbain 11 โ€“ 15 Kumpulan Hadits Arbain 16 โ€“ 20 Kumpulan Hadits Arbain 21 โ€“ 25 Kumpulan Hadits Arbain 26 โ€“ 30 Hadits Arbain 31 Sifat Zuhud ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูŠ ุงู„ุนูŽุจุงุณ ุณูŽู‡ู„ู ุจู†ู ุณูŽุนุฏู ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูุฏูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃุชู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฏูู„ูŽู‘ู†ููŠู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ุฅูุฐูŽุง ุนูŽู…ูู„ุชูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู†ููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุญุจูŽู‘ู†ููŠูŽ ุงู„ู†ูŽุงุณูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงุฒู’ู‡ูŽุฏู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ูŠูŽุง ูŠูุญูุจูŽู‘ูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆุงุฒู’ู‡ูŽุฏู’ ููŠู’ู…ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูŠูุญูุจูŽู‘ูƒูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุญูŽุฏููŠู’ุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽ ุจูุฃูŽุณูŽุงู†ููŠู’ุฏูŽ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู. Dari Sahl bin Saโ€™ad As-Saโ€™idi radhiyallahu anhu berkata, โ€œAda seseorang datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata, โ€œWahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku lakukan, Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.โ€ Beliau menjawab, โ€œZuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Begitu pula, zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu.โ€ HR. Ibnu Majah, no. 4102. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 944 mengatakan bahwa hadits ini hasan. Hadits Arbain 32 Jangan Memberikan Mudharat ุนู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุณูŽุนู’ุฏู ุจู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุจู’ู†ู ุณูู†ูŽุงู†ู ุงู„ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุถูŽุฑูŽุฑูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุถูุฑูŽุงุฑูŽ ุญูŽุฏููŠู’ุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ุŒ ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑูŽู‚ูุทู’ู†ููŠู‘ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ู…ูุณู’ู†ูŽุฏู‹ุงุŒ ูˆูŽุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูŽุงู„ููƒูŒ ููŠ ุงู„ู’ู…ููˆูŽุทูŽู‘ุฃู ู…ูุฑู’ุณูŽู„ุงู‹ ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุฃูŽุณู’ู‚ูŽุทูŽ ุฃูŽุจูŽุง ุณูŽุนููŠู’ุฏูุŒ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุทูุฑูู‚ูŒ ูŠูู‚ูŽูˆูู‘ูŠ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุถูŽุงู‹. Dari Abu Saโ€™id Saโ€™ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œTidak boleh memberikan mudarat tanpa disengaja atau pun disengaja.โ€ Hadits hasan, HR. Ibnu Majah, no. 2340; Ad-Daraquthni no. 4540, dan selain keduanya dengan sanadnya, serta diriwayatkan pula oleh Malik dalam Al-Muwaththaโ€™ no. 31 secara mursal dari Amr bin Yahya dari ayahnya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tanpa menyebutkan Abu Saโ€™id, tetapi ia memiliki banyak jalan periwayatan yang saling menguatkan satu sama lain [Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 250] Hadits Arbain 33 Menuntut Wajib Memiliki Bukti ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€œู„ูŽูˆู’ ูŠูุนู’ุทูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุจูุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽุฏูŽู‘ุนูŽู‰ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽูˆู…ู ูˆูŽุฏูู…ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู ุงู„ุจูŽูŠูู‘ู†ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูุฏูŽู‘ุนููŠุŒ ูˆูŽุงู„ูŠูŽู…ููŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ูƒูŽุฑูŽโ€ ุญูŽุฏููŠู’ุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู’ู„ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ ูˆุบูŠุฑู‡ ู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง ุจูŽุนู’ุถูู‡ู ูููŠู’ ุงู„ุตูŽู‘ุญููŠู’ุญูŽูŠู’ู†ู. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œSeandainya setiap manusia dipenuhi tuntutannya, niscaya orang-orang akan menuntut harta dan darah suatu kaum. Namun, penuntut wajib datangkan bukti dan yang mengingkari dituntut bersumpah.โ€ HR. Al-Baihaqi, no. 21201 dalam Al-Kubro seperti ini, sebagiannya diriwayatkan dalam Shahihain, yaitu Bukhari, no. 4552 dan Muslim, no. 1711. Hadits Arbain 34 Kewajiban Mengubah Kemungkaran ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุณูŽุนูŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‰ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑู’ู‡ู ุจููŠูŽุฏูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทุนู’ ููŽุจูู‚ูŽู„ุจูู‡ู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุถู’ุนูŽูู ุงู„ุฅูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ. Dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, โ€œAku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.โ€ HR. Muslim, no. 49 Hadits Arbain 35 Sesama Muslim Adalah Saudara ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ุงูŽ ุชูŽุญูŽุงุณูŽุฏููˆู’ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽู†ูŽุงุฌูŽุดููˆู’ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุจูŽุงุบูŽุถููˆู’ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏูŽุงุจูŽุฑููˆู’ุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู’ุนู ุจูŽุนู’ุถูุŒ ูˆูŽูƒููˆู’ู†ููˆู’ุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูุฎูˆูŽุงู†ูŽุงู‹ุŒ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽุฎููˆู’ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุธู„ูู…ูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ุฐูู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽูƒู’ุฐูุจูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŠูŽุญู’ู‚ูุฑูู‡ูุŒ ุงู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰ ู‡ูŽุงู‡ูู†ูŽุง โ€“ ูˆูŽูŠูุดููŠู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุตูŽุฏู’ุฑูู‡ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู โ€“ ุจูุญูŽุณู’ุจู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุฑูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ู‚ูุฑูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู„ูู…ูŽุŒ ูƒูู„ูู‘ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ุฏูŽู…ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุนูุฑู’ุถูู‡ู. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œJanganlah kalian saling mendengki, janganlah saling tanajusy menyakiti dalam jual beli, janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi mendiamkan, dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain. Takwa itu di siniโ€“beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kaliโ€“. Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.โ€™โ€ HR. Muslim no. 2564 Cek sosial media kami diInstagram

HadisKe-31. Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa'd As-Sa'idi rodhiallohu 'anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan akau akan dicintai Alloh dan dicintai oleh manusia. Sholawat Ya Rasulullah Salamun Alaik Ya Rofi Asyani Waddaroji Lirik Arab dan Terjemahannya Sholawat Ya Rasulullah Salamun Alaik Ya Rofi Asyani Waddaroji Lirik Arab dan Terjemahannya Admin mengenal sholawat ini sejak mondok di pesantrenโ€ฆ .