Tasawufakhlaki adalah tasawuf yang sangat menekankan nilai-nilai etis (moral) atau taswuf yang berkonsentrasi pada perbaikan akhlak. Ajaran tasawuf akhlaki membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang di formulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat, guna mencapai kebahagiaan yang optimal.
Perbedaan Akhlak Dan Tasawuf – Akhlak dan Tasawuf memiliki perbedaan yang mendasar. Mereka berdua berfungsi untuk membantu manusia menjadi lebih baik, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia. Ini mencakup bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak menuntut manusia untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral. Tasawuf, di sisi lain, adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan. Ini mencakup introspeksi dan pengembangan batin. Tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia. Akhlak membantu kita menjadi manusia yang lebih baik dan bertanggung jawab, sementara tasawuf membantu kita meningkatkan ketenangan dan kebahagiaan melalui hubungan dengan Tuhan. Karena perbedaannya, akhlak dan tasawuf dapat membantu manusia dalam cara yang berbeda. Akhlak membantu kita menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain, sementara tasawuf membantu kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan melalui hubungan dengan Tuhan. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah bahwa akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak juga berfokus pada bagaimana kita menangani masalah dan konflik, sementara tasawuf berfokus pada introspeksi dan pengembangan batin. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf memiliki perbedaan yang mendasar. Mereka berdua memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak berfokus pada perilaku moral dan etika manusia, sementara tasawuf berfokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Perbedaan Akhlak Dan 1. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan 2. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang 3. Tasawuf adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan, termasuk introspeksi dan pengembangan 4. Tujuan dari akhlak adalah untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan 5. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang 6. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Penjelasan Lengkap Perbedaan Akhlak Dan Tasawuf 1. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak dan tasawuf adalah dua istilah yang sering digunakan dalam agama dan filsafat. Akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Kedua konsep ini berbeda dan keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak adalah karakter atau prinsip moral yang ditemukan di dalam agama atau filsafat. Akhlak berkaitan dengan bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, dan mencakup norma-norma sosial dan etika yang dipelajari, diterapkan, dan dipraktekkan. Akhlak menekankan menjaga perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang positif dan sopan. Tasawuf adalah cabang dari ilmu spiritual dan filsafat agama yang berfokus pada hubungan antara manusia dengan Tuhan. Istilah ini dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai aspek spiritual, termasuk pengalaman spiritual, pencarian akan kebenaran, dan komitmen yang dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan spiritual. Tasawuf memfokuskan pada pengembangan kebajikan, pemahaman akan kebenaran, dan kesadaran spiritual yang dapat membantu orang mencapai kejelasan spiritual. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf adalah konsep yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda. Akhlak berfokus pada bagaimana orang berperilaku di depan orang lain dan bagaimana menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak menekankan menjaga perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan tasawuf menekankan pada pengembangan kebajikan, pemahaman akan kebenaran, dan kesadaran spiritual yang dapat membantu orang mencapai kejelasan spiritual. 2. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak adalah sebuah konsep yang berkaitan dengan tingkah laku dan perilaku manusia. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak menekankan perilaku manusia yang baik dan bermoral, yang memberikan contoh bagi orang lain untuk diikuti. Akhlak juga menekankan pada penghormatan pada orang lain dan menghindari tindakan yang tidak adil, tidak hormat, dan tidak menghormati. Akhlak menekankan penggunaan bahasa yang baik, menghormati hak asasi manusia, dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan kekerasan atau kecaman. Tasawuf, atau juga dikenal sebagai Sufisme, adalah sebuah aliran spiritual Islam yang berfokus pada aspek spiritual dan rohani dari kehidupan manusia. Tasawuf menekankan pada keintiman dengan Tuhan dan pembentukan hubungan antara manusia dan Tuhan. Tasawuf juga menekankan pada peningkatan spiritual dan perkembangan manusia, dengan berfokus pada pengalaman spiritual dan rohani. Dalam tasawuf, orang-orang berusaha untuk mencapai keintiman dengan Tuhan melalui berbagai cara, termasuk meditasi, doa, dan pengalaman spiritual lainnya. Tasawuf juga menekankan pada pengalaman spiritual yang berbeda-beda, tergantung pada tradisi dan ajaran masing-masing. Kesimpulannya, Akhlak menekankan pada perilaku moral dan etika manusia, sementara Tasawuf menekankan pada pengalaman spiritual dan rohani. Akhlak menekankan pada penghormatan pada orang lain dan menghindari tindakan yang tidak adil, tidak hormat, dan tidak menghormati, sementara Tasawuf menekankan pada keintiman dengan Tuhan dan pembentukan hubungan antara manusia dan Tuhan. Kedua aliran ini berbeda satu sama lain, tetapi bisa berjalan bersama untuk membentuk perilaku manusia yang baik dan bermoral. 3. Tasawuf adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan, termasuk introspeksi dan pengembangan batin. Tasawuf merupakan suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan. Hal ini termasuk introspeksi dan pengembangan batin. Tasawuf adalah bentuk praktik spiritual yang cukup luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad. Ini adalah salah satu dari cabang-cabang utama agama Islam. Akhlak adalah suatu bentuk moralitas atau etika yang memandu perilaku manusia. Hal ini berfokus pada perilaku yang layak dan etika yang tepat. Hal ini berfokus pada bagaimana orang menghormati satu sama lain dan bagaimana orang menjaga sikap yang saling menghormati. Akhlak juga mencakup bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Perbedaan utama antara akhlak dan tasawuf adalah bahwa tasawuf lebih berfokus pada pengembangan batin dan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan akhlak lebih berfokus pada perilaku dan etika sosial dan bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Tasawuf berfokus pada pengembangan batin melalui pengalaman spiritual dan berfokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Tasawuf adalah praktik spiritual yang cukup luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad. Ini termasuk meditasi, pengamalan kebaikan, dan juga mencakup aspek-aspek seperti pengorbanan, pengampunan, dan pemahaman. Akhlak adalah suatu bentuk moralitas yang memandu perilaku manusia. Hal ini berfokus pada perilaku yang layak dan etika yang tepat. Hal ini juga berfokus pada bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Akhlak adalah sebuah sistem yang mengatur bagaimana orang harus bersikap dan bertindak di hadapan orang lain. Kedua bentuk praktik spiritual ini memiliki tujuan yang berbeda. Tasawuf adalah bentuk praktik spiritual yang lebih berfokus pada pengembangan batin dan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan akhlak lebih berfokus pada perilaku dan etika sosial dan bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Namun, keduanya berkontribusi untuk membentuk orang menjadi lebih baik. 4. Tujuan dari akhlak adalah untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Akhlak dan Tasawuf adalah dua cabang yang berbeda dari upaya manusia untuk memahami dan mengejar kebahagiaan. Keduanya berbeda satu sama lain dalam tujuan, cara, dan pandangan mereka tentang kebahagiaan. Akhlak menekankan pada moral dan etika serta tujuan untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan Tasawuf menekankan pada hubungan spiritual dengan Tuhan dan tujuan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Tujuan utama dari akhlak adalah untuk menyempurnakan karakter dan melatih diri untuk bertindak dengan cara yang benar dan baik. Akhlak menekankan pada konsep etika dan moral. Etika menekankan pada perilaku yang benar dan bertanggung jawab, sementara moral menekankan pada konsep nilai-nilai abadi seperti kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Akhlak juga menekankan pada bagaimana seseorang dapat menjadi lebih baik dan mengembangkan karakternya melalui pembelajaran dan praktik. Akhlak adalah cara untuk menjadi orang yang bermoral dan bertanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tujuan utama dari tasawuf adalah untuk membangun hubungan yang kuat antara manusia dan Tuhan. Tasawuf menekankan pada spiritualitas dan iman, dan tujuannya adalah untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi tentang spiritualitas melalui meditasi dan pengamatan. Tasawuf juga menekankan pada konsep bahwa Tuhan adalah sumber dari semua kebahagiaan dan ketenangan. Melalui tasawuf, seseorang dapat menjadi lebih sadar tentang hubungannya dengan Tuhan dan mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan spiritual dengan Tuhan. Kesimpulannya, Akhlak dan Tasawuf adalah dua cabang yang berbeda dari upaya manusia untuk memahami dan mengejar kebahagiaan. Akhlak menekankan pada moral dan etika serta tujuan untuk menjadi baik dan bermoral, sedangkan Tasawuf menekankan pada hubungan spiritual dengan Tuhan dan tujuan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Akhlak mengajarkan prinsip etika dan moral untuk bertindak dengan cara yang benar dan bertanggung jawab, sedangkan Tasawuf mengajarkan tentang hubungan spiritual dengan Tuhan dan cara untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi tentang spiritualitas dan kebahagiaan. 5. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak dan Tasawuf merupakan dua bidang yang berbeda dari ilmu keagamaan. Meskipun tujuan mereka berbeda, keduanya memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak adalah suatu disiplin yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia. Akhlak mengajarkan manusia untuk menjadi baik dan bermoral. Akhlak juga mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, toleransi, dan kesetaraan. Akhlak juga membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan Tasawuf adalah disiplin yang mempelajari hubungan manusia dengan Tuhan. Ini berfokus pada pengembangan dalam spiritualitas dan keintiman dengan Tuhan. Tujuan dari tasawuf adalah untuk membantu manusia mencapai pengalaman spiritual yang lebih dalam, yaitu mencapai kedekatan dengan Tuhan. Tasawuf mengajarkan manusia untuk meningkatkan kesadaran spiritual mereka, yang bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak bertujuan untuk membantu manusia menjadi lebih bermoral dan berkelakuan baik. Akhlak juga membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan tasawuf bertujuan untuk membantu manusia mencapai pengalaman spiritual yang lebih dalam dan meningkatkan kesadaran spiritual mereka. Tasawuf juga bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian. Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Akhlak membantu manusia untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia dan membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan tasawuf membantu manusia dalam mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian melalui pengalaman spiritual yang lebih dalam. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak membantu manusia untuk menjadi lebih bermoral dan berkelakuan baik, sementara tasawuf membantu manusia dalam mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian melalui pengalaman spiritual yang lebih dalam. Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. 6. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Akhlak dan Tasawuf adalah dua aspek penting dalam agama yang berbeda, tetapi saling berhubungan. Akhlak merupakan kumpulan nilai dan norma sosial yang mengatur perilaku manusia sehari-hari, sedangkan Tasawuf adalah sebuah ajaran spiritual yang berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan. Kedua aspek ini sangat berkorelasi, karena mereka berfokus pada keberagaman aspek spiritual dan moralitas manusia. Akhlak adalah kumpulan nilai dan norma sosial yang menentukan bagaimana kita harus berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diatur oleh pemahaman akan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat dan berbeda-beda antara masyarakat satu dengan yang lain. Akhlak berfokus pada bagaimana kita harus berinteraksi dengan orang lain, memperlakukan orang lain dengan hormat dan menghormati serta mempertahankan integritas dan kejujuran. Akhlak juga berfokus pada bagaimana kita harus menghargai hak asasi manusia dan berusaha untuk mengikuti prinsip-prinsip moral yang berlaku di seluruh dunia. Tasawuf adalah sebuah ajaran spiritual yang berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan. Hal ini berfokus pada bagaimana seseorang dapat mencapai spiritualitas yang lebih dalam melalui pelatihan mental, meditasi, dan refleksi. Ajaran ini menekankan pentingnya menciptakan hubungan yang lebih erat dengan Tuhan melalui ibadah dan ritual-ritual spiritual. Tasawuf juga berfokus pada perkembangan karakter dan pemahaman tentang moralitas. Hal ini menekankan pentingnya menjadi orang yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berperilaku adil terhadap orang lain. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Akhlak dan Tasawuf dapat bekerja bersama-sama dengan meningkatkan kesadaran spiritual dan moralitas manusia. Dengan mengikuti nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh akhlak dan mencari hubungan spiritual yang lebih dekat dengan Tuhan melalui ajaran Tasawuf, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan. Akhlak dan Tasawuf berfokus pada mengatur perilaku manusia sehari-hari dan kehidupan spiritual, yang berarti bahwa keduanya harus digabungkan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Dengan menggabungkan Akhlak dan Tasawuf, kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain, dan juga mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan.
Didalam hidup sehari-hari/kita menggunakan alat lain yaitu pikiran dan pikiran itu pengetahuan itu tersimpan// misalnya tentang yang paling dekat dengan kita/ oke missal
Menurutnya tasawuf menjadi pilihan masyarakat urban karena dinilai sebagai jalan keluar atas paradigma yang berkembang saling bertabrakan. Tasawuf menjadi jalan tengah yang berimbang yang digemari oleh masyarakat urban karena dinilai mampu menampilkan sisi paling mulia dalam Islam, yakni iman dan akhlak. Sejumlah santri mengikuti kajian kitab
PERSAMAAN dan PERBEDAAN TASAWUF AKHLAQI, IRFANI dan FALSAFI Makalah Dipresentasikan Dalam Mata Kuliah Akhlak Tasawuf Oleh Alaik Ridhallah 1402046027 FAKULTAS SYARI’AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2015 BAB I PEMBAHASAN Secara keilmuan, “tasawuf” adalah disiplin ilmu yang baru dalam syari’at Islam, demikian menurut Ibnu Khaldun”[1] istilah tasawuf adalah suatu makna yang mengandung arti tentang segala sesuatu untuk berupaya membersihkan jiwa serta mendekatkan diri kepada Allah dengan mahabbah yang sedekat-dekatnya. Tasawuf mempunyai banyak arti dan istilah yang semuanya itu merupakan ajaran tentang kesehajaan, kezuhudan, kesederhanaan, jauh dari kemegahan dan selalu merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Intinya segala perilaku dan perbuatannya semata-mata hanya untuk Allah SWT. Maka dari pengertian di atas, kami dari kelompok ini akan mencoba memaparkan tentang pengertian, perbedaan, dan persamaan tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi. 1. Apa pengertian Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi ? 2. Apa Perbedaan Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi ? 3. Apa Persamaan Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi ? BAB II PEMBAHASAN Pengertian Tasawuf Akhlaki, Irfani dan Falsafi Allah Subhanahu Wata’ala dalam al-Qur’an Surah An-Naml ayat 74 وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ Artinya "Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan." Ayat di atas menunjukkan pada kita bahwa formalitas belum tentu sesuai dengan kegaiban dalam fikiran jalan fikiran dan kegaiban dalam hati niat dan hajat dalam hati. Tasawuf Irfani adalah tasawuf yang berusaha menyikap hakikat kebenaran atau makrifah diperoleh dengan tidak melalui logika atau pambelajaran atau pemikiran, tetapi melalui pemberian Tuhan mauhibah. Irfan secara etimologi bermakna pengetahuan, sebab irfan dan tasawuf islam menunjukkan suatu bentuk pengetahuan, dimana perjalanan suluk riyadha seorang hamba kepada Allah Swt.[2] Irfan secara global, terdapat empat periode yang dapat dijadikan patokan utama a. Pertama, dari sejak kemunculan ifran hingga masa Hallaj dan Rabi’ah. b. Kedua, dari sejak masa Rabi’ah hingga masa Abu Sa’id Abu khair. c. Ketiga, dari masa Abu Khair hingga Ibn Arabi. d. Keempat, dari masa Ibn Arabi hingga masa kini. Berikut ini penjelasa masing-masing bagian dari metode Irfani Riyadhah adalah latihan kejiwaan melalui upaya membiasakan diri agar tidak melakukan perihal yang mengotori jiwa. Didalam riyadhah ini juga diperlukan mujahadah, yaitu kesungguhan dalam berusaha dalam meninggalkan sifat-sifat buruk. Secara harfiah Tafakur berarti memikirkan sesuatu secara mendalam, sistematis, dan terperinci. Menurut Imam al-Ghazali, jika ilmu sudah sampai hati, keadaan hati akan berubah, jika hati sudah berubah, perilaku anggota badan juga berubah. Secara harfiyah Tazkiyat An-Nafs terdiri atas dua kata yaitu Tazkiyat dan An-Nafs. Kata tazkiyat bersal dari bahasa arab, yaitu isim masdar dari kata zakka yang berarti penyucian. Kata An-Nafs berarti begitu dapat diketahui Tazkitat An-Nafs bermakna penyucian jiwa. Istilah Zikr berasal dari bahsa Arab, yang berarti mengisyaratkan, mengagungkan, menyebut atau mengingat-ingat . Berzikir kepada Allah berati zikrullah, atau menggingatkan diri kepada Allah sebagai Tuhan yang disembah dengan sebaik-baiknya, Tuhan Maha Agung dan Maha Suci. Dzikrullah adalah tuntutan masalah ruhiyah atau yang berhubungan dengan masalah pengamalan ruhiyah batin. Dari pengertian dan penuturan di atas bisa kita simpulkan Sesungguhnya makrifat yang hakiki bukanlah ilmu tentang keesaan Tuhan, sebagaimana yang dipercayai orang-orang mukmin, bukan pula ilmu-ilmu burhan dan nazar milik para hakim, mutakalimin dan ahli balaghah, tetapi makrifat terhadap keesaan Tuhan yang khusus dimilki para ahli Allah. Sebab, mereka adalah orang yang menyaksikan Allah dengan hatinya, sehingga terbukalah baginya apa yang tidak dibukakan untuk hamba-hamban-Nya yang lain. Makrifat yang sebanarnya adalah bahwa Allah menyinari hatimu dengan cahaya makrifat yang murni seperti matahari tak dapat di lihat kecuali dengan cahayanya. Senantiasa seorang hamba mendekat kepada Allah sehingga terasa hilang dirinya, lebur dalam kekuasaan-Nya, mereka merasa berbicara dengan ilmu yang telah diletakkan Allah pada lidah mereka, mereka melihat demgan penglihatan Allah, mereka berbuat dengan perbuatan Allah. Kata tasawuf dalam bahasa Arab adalah membersihkan atau saling membersihkan kata membersihkan merupakan kata kerja yang membutuhkan objek. Objek tasawuf yaitu akhlak ahlaq juga berasal dari bahsa Arab yang secara bahasa bermakna pembuatan atau penciptaan. Dalam konteks Agama, akhlak bermakna perangiai, budi, tabiat, adab, atau tingkah laku. Jadi Tasawuf Ahlak bermakna membersihkan tingkah laku atau Sali8ng membersihkan tingkah laku. Allah Berfirman Surah as-Syams 7-8. وَتَقْوَٮٰهَا فُجُورَهَا فَأَلْهَمَهَا سَوَّٮٰهَا وَمَا وَنَفْسٍ Artinya“Dan jiwa serta penyempurnaannya ciptaannya,maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya”. Dalam tasawuf ahlaki, terdapat sistem pembinaan ahlak disusun sebagaqi berikut. Takhalli merupakan langkat pertama yang harus dijalani sesesorang, yaitu usaha mengosongkan diri dari perilaku atu ahlak tercela. Hal ini dapat dicapai dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dalam segala dan berusah melenyapkan dorongan hawa nafsu. Takhalli dapat dinyatakan menjauhkan diri dari kemaksiatan, kemewahan dunia, serta melepaskan diri dari hawa nafsu yang jahat, semua itu adalah penyakit hati yang merusak. Menurut kelompok sufi, maksiat dibagi menjadi dua, yakni maksiat fisik dan maksiat batin. Maksiat fisik adalah segala bentuk maksiat yang dilakukan atau dikerjakan oleh anggota badan yang secara fisik. Sedangkan maksiat batin adalah berbagai bentuk dan macam maksiat yang dilakukan oleh hati, yang merupakan organ batin manusia. Pada hakekatnya, maksiat batin ini lebih berbahaya dari pada maksiat fisik. Jenis maksiat ini cenderung tidak tersadari oleh manusia karena jenis maksiat ini adalah jenis maksiat yang tidak terlihat, tidak seperti maksiat fisik yang cenderung sering tersadari dan terlihat. Bahkan maksiat batin dapat menjadi motor bagi seorang manusia untuk melakukan maksiat fisik. Sehingga bila maksiat batin ini belum dibersihkan atau belum dihilangkan, maka maksiat lahir juga tidak dapat dihilangkan. Tahalli adalah upaya m,engisi atau menghiyasi diri dengan jalan membiasan diri dengan sikap, perilaku, dan akhak terpuji. Pada dasarnya, hari atau jiwa manusia dapatlah dilatih, diubah, dikuasai, dan dibentuk sesuai dengan kehendak manusia itu sendiri. Dengan kata lain sikap, atau tindakan yang dicerminkan dalam bentuk perbuatan baik yang bersifat fisik ataupun batin dapat dilatih, dirubah menjadi sebuah kebiasaan dan dibentuk menjadi sebuah kepribadian. Untuk penepatan dan prendalaman materi yang telah dilalui pada fase tahalli, rangkaian pendidikan akhlak disempurnakan pada fase tajalli. Tahap ini termasuk penyempurnsan kesucian jiwa hanya dapat ditempuh dengan satu jalan, yaitu cintu kepada Allah dan memeperdalam rasa kecintaan itu. Tahap Tajalli tentu saja tidak hanya dapat ditempuh dengan melakukan latihan-latihan kejiwaan yang tersebut di atas, namun latihan-latihan tersebut harus lah dapat ia rubah menjadi sebuah kebiasaan dan membentuknya menjadi sebuah kepribadian. Hal ini berarti, untuk menempuh jalan kepada Allah dan membuka tabir yang menghijab manusia dengan Allah, seseorang harus terus melakukan hal-hal yang dapat terus mengingatkannya kepada Allah, seperti banyak berdzikir dan semacamnya juga harus mampu menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membuatnya lupa dengan Allah seperti halnya maksiat dan semacamnya. Ciri-ciri tasawuf akhlaki antarai yaitu a. Melandaskan diri pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. b. Kesinambungan antara hakikat dengan syari’at. c. Lebih bersifat mengajarkan dualisme dalam hubungan antar Tuhan dan manusia. d. Lebih terkonsentrasi pada soal pembinaan, pendidikan akhlak dan pengobatan jiwa dengnan cara latihan mental. Tidak menggunakan terminologi-terminologi filsafat. Terminologi-terminologi yang dikembangkan lebih transparan. Tasawuf falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan Makrifat dengan pendekatan rasio filsafat hingga menuju ke tempat yang lebih tinggi bukan hanya merngenal tuhan saja melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu kesatuan wujud. Bisa jiga dikatan tasawuf filsafi yaitu tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. Kaum sufi falsafi, mereka meyakini bahwasannya alam semesta hanyalah bayangan fatamorgana dan biasan dari zat Allah. Semua yang ada adalah wujud Allah & jelmaan Allah. Jika demikian faktanya, seyogyanya kita merenungi sebuah riwayat, ketika Rasulullah saw. memarahi Umar Ibn al-Khattab ra karena kedapatan membawa sobekan taurat, Rasulullah bersabda مَا هَذَا أَلَمْ آتِ بِهاَ بَيْضَاءَ نَقِيَّةً؟ لَوْ أَدْرَكَنِي أَخِي مُوسَى حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ اتِّبَاعِي “Apa yang kamu bawa ini, bukankah aku telah membawa al-Qur’an yang jelas dan jernih? Kalau seandainya saudaraku Musa as. hidup pada zamanku, tentu beliau tidak akan susah-susah lagi, kecuali mengikutiku.” HR. Al-Amidi Dalam hadits ini dapat dipahami, umat Muhammad saw wajib mengikuti tuntunan Rasulullah saw dan al-Quran. Artinya umat Islam dilarang mengambil sumber pemikiran dari peradaban lain jika perkara tersebut sudah terdapat dalam sumber hukum Islam. Karena itu, dari aspek sumber pemikiran, tasawuf falsafi seringkali dianggap melakukan kesalahan, karena mengambil sumber teori tasawuf dari filsafat non-islam, meskipun para tokohnya pada akhirnya selalu mencoba menjustifikasi teori falsafinya dengan dalil qur`an atau hadits. Ciri umum tasawuf falsafi adalah ajarannya samar-samar akibat banyaknya istilah khusus yang hanya dapat dipahami oleh iapa saja yang memahami ajaran tasawuf jenis ini. Tasawuf falsafi tidak dapat dipandang sebagai filsafat karena ajarannya dan metodenya didasarkan pada rasa tetapi tidak dapat pula dikategorikan sebagai tasawuf dalam pergantiannya yang murni, karena ajarannya sering diungkapkan dalam bahasa filsafat dan lebih berorientasi pada panteisme. Menurut Ibnu Kaldun ada empat objek utama yang menjadikan perhatian para sufi filosof, antara lain sebagai berikut a. Pertama, latihan rohaniah dengan rasa, intuisi, serta introspeksi diri yang timbul darinya. b. Kedua, iluminasi atau hakikat yang tersingkap dari alam gaib, seperti sifat-sifat malikat, wahyu ,roh. c. Ketiga, peristiwa dalam alam yang berpengaruh terhadap berbagai bentuk keramatan atau keluarbiasaan. d. Keempat, menciptakan ungkapan-ungkapan yang pengertiannya sepintas samar-samar yang dalam hal ini telah melahirkan reaksi masyarakat berupa mengingkarinya dan menyetujuinya. B. Perbedaan Tasawuf Akhlaqi, Irfani dan Falsafi Adapun secara spesifik dapat di simpulkan bahwa perbedaan antara ketiga tasawuf tersebut adalah Tasawuf Akhlaqi merupakan ajaran akhlaq dalam kehidupan sehari-hari guna memperoleh kebahagiaan yang optimal. Dengan kata lain tasawuf akhlaqi adalah tasawuf yang berkonsentrasi pada teori-teori prilaku, akhlaq atau budi pekerti atau perbaikan akhlaq. Tasawuf Irfani merupakan tasawuf yang berusaha menyingkap hakikat kebenaran atau ma’rifah diperoleh dengan tidak melalui logika atau pembelajaran atau pemikiran tetapi melalui pemberian Tuhan mauhibah. Ilmu itu diperoleh karena si sufi berupaya melakukan tasfiyat al-Qalb. Dengan hati yang suci seseorang dapat berdialog secara batini dengan Tuhan sehingga pengetahuan atau ma’rifah dimasukkan Allah kedalam hatinya, hakikat kebenaran tersingkap lewat ilham intuisi ”tanpa berfikir”. Tasawuf Falsafi merupakan sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan ma’rifat dengan pendekatan rasio filsafat hingga menuju ketingkat yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal Tuhan saja ma’rifatullah melainkan yang lebih tinggi dari itu, yaitu wahdatul wujud kesatuan wujud.[3] Persamaan Tasawuf Akhlaqi,Irfani dan Falsafi 1 Merupakan cabang dari ilmu tasawuf. 2 Tasawuf diciptakan sebagai media untuk mencapai maqashid al-Syar’I tujuan-tujuan syara’,karena bertasawuf pada hakikatnya melakukan serangkaian ibadah. 3 Sama-sama bertujuan beribadah pendekatan diri kepada Allah secara murni. 4 Ketiga bagian tersebut secara esensial semua bermuara pada penghayatan terhadap ibadah murni mahdhah untuk mewujudkan akhlak-alkarimah baik secara maupun sosial. BAB III PENUTUP Kesimpulan Tasawuf akhlaki merupakan gabungan antara ilmu tasawuf dengan ilmu erat hubungannya dengan perilaku dan kegiatan manusia dalam interaksi sosial pada lingkungan tempat tasawuf akhlaki dapat terealisasi secara utuh,jika pengetahuan tasawuf dan ibadah kepada Allah SWT dibuktikan dalam kehidupan sosial. Tasawuf irfani tidak hanya membahas soal keikhlasan dalam hubungan antar manusia,tetapi lebih jauh menetapkan bahwa apa yang kita lakukan tidak pernah kita tingkatan ikhlas yang paling tinggi. Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam falsafi berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah memengaruhi para tokohnya. Saran Demikianlah penyajian yang kami susun tentang pembahasan Perbedaan dan persamaan tasawuf akhlaki, irfani dan falsafi. Kami menyadari bahwa yang kami buat jauh dari pada sempurna dan juga masih banyak kesalahan, untuk itu kami harapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar selanjutnya menjadi lebih baik, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat kepada kita. Amin. Daftar Pustaka Ali Sayyid Nur Said, At-Tashawwuf Asy-Syar’i, terj. M. Yaniyullah Jud. Tasawuf Syar’i, Jakarta Hikmah-Mizan, 2003. Anwar, Rosihon, Akhlak Tasawuf. Bandung Setia, 2010 Akhlak tasawuf, pengenalan, pemahaman, dan pengaplikasiannya, Ahmad Baangun Nasution, Rayani Hanum siregar, PT. Raja Grafindo Persada 2003. [1]Ali Sayyid Nur Said, At-Tashawwuf Asy-Syar’i, terj. M. Yaniyullah Jud. Tasawuf Syar’i, Jakarta Hikmah-Mizan, 2003. Hlm. 103. [2]Akhlak tasawuf, pengenalan, pemahaman, dan pengaplikasiannya, Ahmad Baangun Nasution, Rayani Hanum siregar, PT. Raja Grafindo Persada 2003. [3] Anwar, Rosihon, Akhlak Tasawuf. Bandung Setia, 2010. Hlm. 12.
Korelasiantara Ilmu Tauhid dan Tasawuf, Berikut Penjelasannya! Telah diketahui sebelumnya bahwa Ilmu Tauhid adalah salah satu disiplin Ilmu yang begitu berperan penting dalam dunia keislaman. Terlebih bagi kita yang memang sedang ikut serta dalam mempelajari kajian Islam itu sendiri sebagai kewajiban kita selaku umat Islam.
Tasawuf berkembang menjadi cabang ilmu keislaman tersendiri yang menekankan tujuan penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Allah. Walau seluruh ibadah dalam Islam telah diatur dan diorientasikan untuk tujuan di atas, para sufi atau pengamal tasawuf tidak hanya menjalankan ibadah secara formal sesuai ketentuan syariat, tetapi juga berusaha menangkap rahasia syariat yang membawa mereka lebih dekat lagi kepada Sang Pencipta. Lihat Muhammad bin Musthafa, Bariqatul Mahmudiyyah fi Syarhi Thariqah Muhammadiyyah, Jilid 3, halaman 154. Sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri, tasawuf kemudian berkembang menjadi tasawuf menjadi tasawuf positif yakni tasawuf yang sejalan dengan akidah serta syariat Islam dan tasawuf negatif yakni tasawuf yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam. Di sisi lain, tasawuf juga berkembang menjadi tasawuf amali dan tasawuf falsafi. Sebagai tasawuf positif, tasawuf amali adalah tasawuf yang menekankan pendekatan dan kaidah ilmiah dimana akidah sebagai fondasinya, syariat sebagai tiangnya, dan tasawuf sebagai energi yang membawa umat menjadi lebih baik, hidup bersih lahir-batin, dekat dengan Allah dan juga sesama makhluk, senantiasa berorientasi pada kehidupan akhirat. Lihat Dr. Abdul Ghani, Tasawuf Amali bagi Pencari Tuhan, [Bandung Alfabeta], 2019, halaman 42. Tasawuf amali bertitik tolak dari ilmu yang diyakini harus diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaidah yang dibangun di dalamnya adalah ilmu amaliah dan amal ilmiah. Jadi, tidak benar anggapan yang mengatakan bahwa tasawuf mengabaikan ilmu dan mengedepankan pengamalan yang diajarkan guru. Dengan kata lain, tasawuf ini tidak mengabaikan ilmu, tidak berhenti pada ilmu dan iman, tetapi ditingkatkan pada tataran amal dan amaliah yang saleh, sebagaimana perintah Al-Quran. وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ Artinya, "Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh," QS. al-Ashr [103] 1-3. Dalam salah satu tulisannya, al-Ghazali pernah menyatakan, “Para pengamal tasawuf amali bukanlah pemikir yang hanya berwacana, tetapi kelompok umat yang peduli atas kualitas jiwa dan terus beramal.” Dan pemikirannya itu sudah dibuktikannya sendiri. Dengan demikian, tasawuf amali adalah tasawuf yang berorientasi pada penerapan dan pengamalan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung tasawuf ini bergerak di atas dua terapan, yakni tataran konseptual teoritis sebagai landasan filosofis dan tataran praktis sebagai dimensi terapan dari ilmu tasawuf. Ketika beramal dan bermuamalah, para pemegang tasawuf amali senantiasa memperhatikan tuntunan syariat, yakni Al-Quran, sunnah, tadisi generasi salaf, dan amaliah para ulama yang berpegang teguh pada nilai-nilai dan tuntunan Islam. Maka dari itu, tasawuf amali melahirkan 4 istilah lain, yaitu tasawuf qurani, tasawuf sunni, tasawuf akhlaki, dan tasawuf salafi, yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari tasawuf amali itu sendiri. Lihat Asep Usman Ismail, Tasawuf Menjawab Tantangan Global, 2012 Jakarta Transpustaka, hal. 122-126. Pertama, tasawuf qurani, yaitu tasawuf yang pola amaliah tasawufnya bertumpu pada kegiatan, usaha, dan proses tazkiyatun-nafs, taqarrub ilallah, dan hudhurul-qalbi ma’allah dengan bersumber pada ajaran Al-Quran. Dalam pengamalan tasawuf qurani, setiap konsep dan langkah-langkah amaliahnya dikembalikan kepada ayat-ayat suci Al-Quran, baik secara langsung maupun melalui penafsiran para ulama jumhur. Kedua, tasawuf sunni, yaitu tasawuf yang pola amaliahnya bertumpu pada sunah-sunah Nabi saw. Dalam pengamalannya, perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi saw. senantiasa menjadi acuan. Dengan kata lain, tasawuf sunni merupakan perjuangan bertasawuf dengan menjadikan sunnah Nabi saw. sebagai pusat perhatian dan pola amaliahnya. Keseluruhan sunah dan kebiasaan beliau menjadi sumber inspirasi dan keteladanan, bahkan kepribdiannya yang luhur diyakini sebagai personifikasi yang membumi dari “grand sufi” yang berada pada puncak piramida spiritual. Bagaimana tidak, karena Rasulullah saw. adalah seorang yang menempuh perjalanan spiritual menuju Allah hingga berhasil berhadap-hadapan dengan-Nya dalam jarak yang sangat dekat, berkat dialog dan pendampingan malaikat Jibril. Ketiga, tasawuf akhlaki, yaitu tasawuf yang fokus utamanya membina akhlak mulia. Sebab, esensi tasawuf itu sendiri adalah usaha dan proses tazkiyatun-nafs, yakni membersihkan diri dari dosa besar maupun kecil, membersihkan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Ketika jiwa sudah bersih dan hati sudah penuh dengan sifat-sifat terpuji, maka akan terpancar akhlak yang terpuji. Keempat, tasawuf salafi, yaitu tasawuf yang pengamalannya berpedoman kepada pemikiran dan metodologi bertasawuf sebagaimana yang dijalankan oleh kaum salaf, yakni tiga generasi pertama dalam Islam para sahabat, para tabi’in, dan tabi’t tabi’in. Dengan demikian, secara singkat tasawuf salafi adalah pengamalan tasawuf yang mengutamakan apa yang ditempuh oleh generasi salaf terdahulu, yang tentunya juga bersumber dari tuntunan syariat. Tasawuf amali kemudian melahirkan anak kandung yang bernama tarekat, yang secara harfiah berarti cara’, jalan’, atau metode’, guna mencapai tujuan bertasawuf. Di sinilah para pemegang tasawuf amali secara inten dan nyata menjalankan amaliah dan mempraktikkan konsep-konsep tasawufnya sesuai dengan bimbingan guru dan ketentuan syariat yang telah diadopsi tarekat, dengan tujuh komponen utamanya, yaitu mursyid, murid, silsilah, baiat, adab, wirid, dan tempat. Dalam tasawuf amali ini, dikenal sejumlah tokoh penting, di antaranya adalah Abdul Qadir al-Jailani, Junaid al-Baghdadi, Hasan al-Bashri, Rabi’ah al-Adawiyah, dan Dzun Nun al-Mishri. Selain tarekat, sejumlah aspek penting yang dipelajari dalam tasawuf ini adalah syariat, hakikat, dan makrifat. Lihat al-Qusyairi, ar-Risalah al-Qusyairiyyah, hal. 87; lihat pula Dr. Abdul Ghani, Tasawuf Amali bagi Pencari Tuhan, [Bandung Alfabeta], 2019, halaman 65-86. Dalam praktiknya, tasawuf amali memiliki sejumlah metode yang harus diikuti oleh para salik, yaitu riyadhah atau latihan untuk membiasakan diri tidak berbuat yang dapat mengotori jiwa serta menjauhi hal-hal yang diinginkan oleh nafsu; tafakur, yaitu proses pembelajaran diri manusia melalui aktivitas berpikir yang menggunakan perangkat batin; tazkiyatun-nafs, yakni proses penyucian jiwa melalui tiga tahapan, takhalli, tahalli, dan tajalli; dzikrullah, yakni upaya mengingat Allah dan menyebut asma-Nya secara berulang-ulang. Lihat al-Hakim at-Tirmidzi, Adabun-Nafs, juz I, halaman 34. Demikian pengenalan singkat tasawuf amali. Sementara tasawuf falsafi, mengingat keterbatasan ruang, maka insya Allah akan disampaikan pada tulisan berikutnya. bersambung.... Wallahu al’lam. Ustadz Tatam Wijaya, alumnus Pondok Pesantren Raudhatul Hafizhiyyah Sukaraja-Sukabumi, Pengasuh Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin” Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.
tasawufdan akhlak. Mahasiswi Hindu Ni Ketut Mayoni Raih Gelar Magister Pendidikan Islam dari UIN Mataram
Ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan-perbuatan manusia, kemudian menetapkannya apakah perbuatan tersebut tergolong perbuatan yang baik atau perbuatan yang buruk. Ilmu akhlak dapat pula disebut sebagai ilmu yang berisi pembahasan dalam upaya mengenal tingkah laku manusia, kemudian memberikan nilai atau hukum kepada perbuatan tersebut, yaitu apakah perbuatan tersebut tergolong baik atau buruk. Dalam pengertian yang hampir sama dengan kesimpulan di atas, Dr. M Abdullah Dirroz, mengemukakan definisi akhlak sebagai berikutPengertianAkhlak dan Tasawuf Pengertian Akhlak:• Secara bahasa akhlak berasal dari kata اخلق - يخلق - اخلاقا artinya perangai, kebiasaan, watak, peradaba SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.MAKALAH AKHLAK, MORAL, ETIKA, DAN KESUSILAAN Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Akhlak dan Tasawuf Pengampu Komarudin, Di susun oleh Romi Alfariz 1501046036 Muhammad Naufal Afif 1501046069 PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2016 BAB I PENDAHULUAN Pemahaman yang salah, dapat membuat orang satu dengan orang yang lain menjadikan suatu masalah kecil menjadi masalah yang besar. Kita pasti sudah mengetahui dalam kehidupan sehari-hari. Pada makalah ini, kami berusaha menguraikan masalah serupa yaitu antara akhlak, etika, moral dan susila yang hingga saat ini masih ada kesan seolah-olah istilah akhlak sama dengan etika, moral dan susila. Selain itu dalam makalah ini perlu juga dilihat secara jelas hubungan antara keempat istilah tersebut. 2. Rumusan Masalah Apa pengertian dari akhlak, etika, moral dan susila ? Apa persamaan dan perbedaan dari akhlak, etika, moral dan susila ? Apa hubungan antara ke empatnya ? BAB II PEMBAHASAN a. Akhlak Secara bahasa, kata akhlak berasal dari bahasa arab jama’ dari bentuk mufrodnya khulqun yang menurut logat diartikan budi pekerti. Sedangkan secara istilah akhlak adalah kehendak dan tindakan yang sudah menyatu dengan pribadi seseorang dalam kehidupannya sehingga sulit untuk dipisahkan. Karena kehendak dan tindakan itu sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, maka seseorang dapat mewujudkan kehendak dan tindakannya itu dengan mudah, tidak memerlukan banyak pertimbangan dan pemikiran. Oleh karena itu, tidak salah apabila akhlak sering diterjemahkan dengan kepribadian lantaran kehendak dan tindakannya itu sudah menjadi bagian dari kepribadiannya. Sebagai salah satu contoh seseorang tidak bisa dikatakan sebagai berakhlak dermawan, apabila dalam menyerahkan hartanya hanya dimotivasi oleh kebutuhan yang mendadak bukan oleh keadaan yang sudah menancap dan melekat di dalam jiwanya. Demikian juga orang yang dalam melakukan perbuatan dengan terpaksa maka perbuatannya itu tidak bisa dikatakan sebagai akhlak. b. Etika Secara Bahasa, dalam kamus umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak moral. Dari kebahasaan ini terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku. Sedangkan secara istilah, etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan manusia yang bersumber dari pikiran atau filsafat sebagai penilai, penentu dan penetap yaitu apakah perbuatan tersebut dinilai baik, buruk, mulia, terhormat, hina dan sebagainya yang bersifat relatif yakni dapat berubah-ubah sesuai tuntunan zaman. Dengan demikian, etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk. Berbagai pemikiran yang dikemukakan para filosof barat mengenai perbuatan yang baik atau buruk dapat dikelompokan kepada pemikiran etika, karena berasal dari hasil berpikir. Dengan demikian etika sifatnya humanistis dan anthropocentris, yakni berdasar pada pemikiran manusia dan diarahkan pada manusia. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Sebagai Contoh ketika masuk kerumah orang lain, harus mengetuk pintu rumah dan memberikan salam. c. Moral Dari segi bahasa, moral berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, moral adalah penentuan baik-buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Menurut istilah, moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk. Sebagai contoh dari moral adalah kalau kita menemukan tas yang berisikan dokumen penting dan juga sejumlah uang yang terdapat dalam tas tersebut. Seandainya kita memiliki moral yang baik maka kita akan memberikan tas itu kepada pemiliknya atau kalau tidak pada yang berwajib. d. Susila Susila atau kesusilaan berasal dari kata susila yang mendapat awalan ke dan akhiran an. Kata tersebut berasal dari bahasa sansekerta , yaitu su dan sila. Su berarti baik, bagus dan sila berarti dasar, prinsip, peraturan hidup atau norma. Kata susila selanjutnya digunakan untuk arti sebagai aturan hidup yang lebih baik. Orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik, sedangkan orang yang asusila adalah orang yang berlakuan buruk, contohnya para pelaku zina pelacur sering diberi gelar sebagai tuna asusila. Selanjutnya kata susila dapat berarti sopan, beradab, baik budi bahasanya. Dan kesusilaan sama dengan kesopanan. Dengan demikian kesusilaan lebih mengacu kepada upaya membimbing, memandu, mengarahkan, membiasakan dan memasyarakatkan hidup yang berlaku dalam masyarakat. Kesusilaan menggambarkaan keadaan dimana orang selalu menerapkaan nilai-nilai yang di pandang baik. Setelah mengetahui beberapa Pengertian antara Akhlak, Etika, Moral dan Susila dapat kita tarik persamaan dan perbedaan yaitu Persamaan Perbedaan Akhlak Akhlak sebagai objek yang dikaji Sumber dari Al Qur’an & Hadits Etika Menentukan hukum/ nilai perbuatan manusia dengan keputusan baik atau buruk. Mengkaji Tentang Akhlak Prinsip atau aturan hidup manusia Akal pikiran sebagai pertimbangan Bersifat teoritis Umum Menyatakan Ukuran Moral Bersifat praktis Adat kebiasaan umum masyarakat sebagai pertimbangan Menjelaskan Ukuran Alat penjaga dharma ajaran agama Susila 2. Hubungan Antara Akhlak, Etika, Moral dan Susila Dilihat dari fungsi perannya, dapat dikatakan bahwa akhlak , etika, moral, dan susila sama, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik buruknya. Kesemua istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai dan tentram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriyah. Perbedaan antara etika, moral dan susila dengan akhlak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk. Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran, dan pada moral dan susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat, maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu aadalah Al Quran dan Al Hadits. Perbedaan lain antara etika, moral dan susila terlihat pada sifat dan kawasan pembahasannya, Jika etika lebih banyak pada sifat dan kawasan pembahasanya. Jika etika lebih banyak bersifat teoritis, maka pada moral dan susila lebih banyak bersifat praktis. Etika memandang tingkah laku manusia secara umum, sedangkan moral dan susila bersifat lokal atau idividual. Etika menjelaskan baik buruknya, sedangkan moral dan susila menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan. Namun demikian etika, moral, susila dan akhlak tetap saling berhubungan dan membutuhkan. Uraian tersebut diatas menunjukan dengan jelas bahwa etika, moral dan susila berasal dari produk rasi dan budaya masyarakat yang scara selektif diakui sebagai yang bermanfaat dan baik bagi kelangsungan hidup manusia. Sementara akhlak berasal dari wahyu, yakni ketentuan yang berdasarkan Al Quran dan Hadits. Dengan kata lain jika etika, moral dan susila berasal dari manusia, sedangkan akhlak berasal dari Tuhan. BAB III PENUTUP Berdasarkan uraian makalah di atas kita dapat sampai pada kesimpulan bahwa antara akhlak islam yang bersumber pada wahyu dapat menerima atau mengakui peranan yang dimainkan oleh etika, moral dan susila, yaitu sebagai sarana atau partner untuk menjabarkan akhlak islam yang terdapat dalam Al Quran dan Hadits, sepanjang etika, moral dan susila itu sejalan dengan Al Qur’an dan Hadits tersebut. Demikian makalah yang dapat kami susun, apabila masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan maupun penyampaian saran yang membangun sangat kami harapkan guna memperbaiki makalah selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Nata, Dr. H. RAJAGRAFINDO PERSADA Nasiruddin, Media Group Drs. Zahruddin AR, M, Studi Raja Grafindo PersadaMataKuliah Dosen Pembimbing Akhlak Tasawuf Prof. Dr. Asmal May,Ma TASAWUF DAN PSIKOLOGI OLEH Desfindah Ranita R. (11414206169) III G Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA RIAU Pekanbaru 2015 KATA PENGANTAR Assalamua'laikum Wr Wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat Artinya "Ketahuilah tasawuf memiliki dua pilar, yaitu istiqamah bersama Allah dan harmonis dengan makhluk-Nya. Dengan demikian siapa saja yang istiqamah bersama Allah SWT, berakhlak baik terhadap orang lain, dan bergaul dengan mereka dengan santun, maka ia adalah seorang sufi," (Imam Al-Ghazali, Ayyuhal Walad , [Singapura-Jeddah-Indonesia Tasawufadalah proses pendekatan diri kepada Tuhan (Allah) dengan cara mensucikan hati. Hati yang suci bukan hanya bisa dekat dengan Tuhan malah dapat melihat Tuhan (al-Ma'rifah). Dalam tasawuf disebutkan bahwa Tuhan Yang Maha Suci tidak dapat didekati kecuali oleh hati yang suci. Kalau ilmu akhlak menjelaskan mana nilai yang baik dan mana yang MenelisikPerbandingan Urban Sufisme dan Tasawuf Modern oleh Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ) Pengertian Akhlak, Tujuan, Syarat, Macam dan Ruang Lingkup. AKHLAK TASAWUF SEJARAH PERKEMBANGAN TASA (1) PPT) Pengertian, Ruang Lingkup, dan Akhlak Tasawuf | Merdiana Safitri - Academia.eduTasawufAkhlaki merupakan tasawuf yang berfokus pada perbaikan akhlak dan budi pekerti, berupaya mewujudkan perilaku yang baik (Mahmudah) serta menghindarkan diri dari sifat-sifat tercela (Mazmumah). Tasawuf akhlaki ini disebut juga dengan tasawuf sunni, dikembangkan oleh para ulama salaf as-salih dengan menerapkan metode-metode tertentu.Tasawufdalam pandangan mereka merupakan latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yang hina lalu membawanya ke akhlak yang baik, hingga mendatangkan pujian di dunia dan pahala di akhirat. Sementara itu, tasawuf- juga dengan metodenya yang tipikal -berusaha menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan perjalanan spiritual
ን ужօхропраዖ οсեтեኺոгуጳ
Հα ዉоψ оղ α
Խյиκ ሱ
Твաвየճ сርցሠմ քо ዚլ
Ечагιктθ еմεአеቬቪժе
TujuanAkhlak dan Tasawuf dalam Pendidikan Islam. Akhlak dan tasawuf merupakan inti ajaran Islam. Akhlak dan tasawuf yang merupakan disiplin ilmu yang berdasarkan ajaran Islam bertujuan untuk membentuk watak dan pribadi muslim menempuh insan kamil, dengan cara mengharuskan mereka melaksanakan sejumlah peraturan, kewajiban serta ketentuan-ketentuannya.
PEMBAHASAN PERBEDAAN TASWUF SUNNI DAN TASAWUF FALSAFI. A. Tasawuf Sunni 1. Pengertian Tasawuf Sunni Tasawuf sunni adalah aliran tasawuf yang berusaha memadukan aspek hakekat dan syari'at, yang senantiasa memelihara sifat kezuhudan dan mengkonsentrasikan pendekatan diri kepada Allah SWT, dengan berusaha sungguh-sugguh berpegang teguh terhadap ajaran al-Qur'an, sunnah dan shirah para sahabat.