Ayam memiliki berbagai banyak sekali penyakit yang menyerangnya. Mulai dari infeksi bakteri, virus, ataupun viral. Masing-masing penyebab tersebut memiliki berbagai jenis penyakitnya. Apabila kamu salah cara mengobatinya maka besar kemungkinan ayam kesayanganmu akan mati. Untuk itu di materi kali ini Hewanpedia berbagi mengenai Jenis dan Cara Mengobati Penyakit Ayam serta Unggas. Daftar isi konten dalam artikel ini PENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI BAKTERI1. Snot/Coryza2. Berak Kapur atau Pullorum3. Berak Hijau4. Kolera5. Chronic Respiratory Disease CRD atau ngorok atau Air Sac atau Sinusitis6. ColibacillosisPENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI VIRAL1. Newcastle Disease ND atau Sampar Ayam2. Gumoro Infectious Bursal Disease3. Bronchitis4. Avian Pox5. Marek Visceral LeukosisPENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI PROTOZOABerak Darah/ KoksidiosisPENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI PARASIT1. Ascaridia galli2. Heterakis gallinae3. Capillaria annulata atau Capllaria contortaFAKTOR LAIN PENYAKIT AYAM PENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI BAKTERI Penyakit Bakteri merupakan penyakit unggas yang disebabkan oleh bakteri. Berikut merupakan jenis-jenis penyakit karena infeksi bakteri dan cara mengobatinya 1. Snot/Coryza Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit ini biasanya menyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Perubahan musim biasanya mempengaruhi kesehatan ayam. Snot banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini menyerang hampir semua umur ayam. Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30% tetapi angka morbiditas atau angka kesakitannya mencapai hingga 80%. Snot bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1-3 bulan. Ayam betina berumur 18-23 minggu paling rentan terhadap penyakit ini. Namun menurut pengalaman kami, ayam berumur kurang dari 16 minggu mempunyai angka kematian yang cukup tinggi jika terkena penyakit ini. Sedangkan ayam yang sedang bertelur dapat disembuhkan tetapi produktivitas telur menurun hingga 25%. Penularan Snot dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum, petugaskandang dan peralatan yang digunakan. Dari berbagai referensi yang kami dapatkan gejala penyakit Snot pada ayam adalah sbb ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas muka dan mata bengkak akibat pembengkakan sinus infra orbital terdapat kerak dihidung napsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba ayam mengorok dan sukar bernapas pertumbuhan menjadi lambat. Pengobatan Snot yang diberikan adalah preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole, menurut beberapa penulis penyakit ini dapat diobati dengan antibiotika seperti Ultramycin, imequil atau corivit. Kami menggunakan preparat enrofloksacyn atau lebih dikenal dengan Enflox produksi SHS dan saat ini kami sedang mencoba menggantinya dengan preparat amphycillin dan colistin atau lebih dikenal dengan Amphyvitacol produksi Vaksindo. Seorang penulis menyebutkan pengobatan tradisional juga dilakukan dengan memberikan susu bubuk yang dicampur dengan air dan dibentuk sebesar kelereng sesuai dengan bukaan mulut ayam dan diberikan 3 kali sehari. Sedangkan pengobatan tradisional yang kami lakukan adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Air perasan ini dicampurkan pada air minum. Sedangkan ampasnya kami campurkan pada sedikit pakan. Selain ramuan ini menghangatkan tubuh ayam, ramuan ini juga berkhasiat untuk menambah napsu makan ayam. Selain memberikan obat yang diberikan bersama dengan air minum, kami juga memberikan obat secara suntikan pada ayam yang sudah parah. Obat yang kami berikan adalah Sulfamix dengan dosis cc/kg BB ayam. Hal lain yang perlu dilakukan karena penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, ayam yang terkena Snot harus sesegera mungkin dipisahkan dari kelompoknya. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini. 2. Berak Kapur atau Pullorum Berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari. Gejala yang timbul adalah napsu makan menurun kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur bulu dubur melekat satu dengan yang lain jengger berwarna keabuan badan anak ayam menjadi menunduk sayap terkulai mata menutup Penulis yang lain mengatakan gejala anak ayam yang terkena berak kapur selain gejala yang disebutkan di atas, anaka ayam akan terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat. Berbeda dengan ayam dewasa, gejala berak kapur tidak nyata benar. Ayam dewasa yang terkena berak kapur akan mengalami penurunan produktivitas telur, depresi, anemia, kotoran encer dan berwarna kuning. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga sanitasi mulai dari mesin penetasan hingga sanitasi kandang dan melakukan desinfeksi kandang dengan formaldehyde sebanyak 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan. Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Penulis lain menyebutkan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfonamide. 3. Berak Hijau Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, demikian pula pengobatannya. Selama ini penyakit ini diduga disebabkan oleh bakteri sejenis Salmonella pullorum. Penularan berak hijau sangat mudah yaitu melalui kontak langsung termasuk saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan ayam yang sakit. Pengaruh penyakit ini dapat sampai ke DOC keturunan induk yang sakit. Gejala penyakit ini adalah jengger berwarna biru mata lesu napsu makan menurun sekitar pantat terlihat memutih dan lengket. Upaya pencegahan merupakan hal utama antara lain dengan menjaga sanitasi kandang, memisahkan antara ayam yang sakit memberikan pakan yang yang baik. Jika ayam yang terinfeksi mengalami kematian, lebih baik ayam tersebut dibakar agar bakteri tersebut ikut mati dan tidak menular ke ayam yang lain. 4. Kolera Penyebab penyakit ini adalah bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida. Biasanya menyerang ayam pada usia 12 minggu. Penyakit ini menyerang ayam petelur dan pedaging. Serangan penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis. Ayam yang terserang kolera akan mengalami penurunan produktivitas bahkan mati. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan. Kolera dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb napsu makan berkurang sesak napas mencret kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk jengger dan pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan ayam suka menggeleng-gelengkan kepala persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan lesi yang didapatkan pada unggas yang mengalami kematian pada kolera akut antara lain adalah perdarahan pintpoint pada membran mukosa dan serosa dan atau pada lemak abdominal inflamasi pada 1/3 atas usus kecil gambaran “parboiled” pada hati pembesaran dan pembengkakan limpa didapatkan material berbentuk cream atau solid pada persendian Diagnosis secara tentative dapat didirikan atas riwayat unggas, gejala dan lesi postmortem. Sedangkan diagnosis definitive didapatkan pada isolasi dan identifikasi organisme ini. Tindakan pencegahan sangat penting dilakukan antara lain dengan menjaga agar litter tetap kering, mengurangi kepadatan kandang, menjaga kebersihan peralatan kandang dan memberikan vitamin dan pakan yang cukup agar stamina ayam tetap terjaga. Pengobatan kolera dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil. 5. Chronic Respiratory Disease CRD atau ngorok atau Air Sac atau Sinusitis ngorok atau Air Sac atau Sinusitis pada Ayam Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penuluaran terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi. Seorang penulis menyebutkan bahwa gejala CRD ini mirip dengan Snot atau Coryza yaitu batuk-batuk napas berbunti atau ngorok keluar cairan dari lubang hidung nafsu makan turun produksi telur turun ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya Sedangkan penulis lain mengatakan gejala yang timbul pada CRD adalah ayam kehilangan napsu makan secara tiba-tiba dan terlihat lesu warna bulu pucat, kusam dan di beberapa lokasi terjadi perlengketan terutama di sekitar anus terjadi inkoordinasi saraf tinja cair dan berwarna putih Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling sederhana yaitu tidak membeli DOC dari produsen yang tidak diketahui dan melakukan sanitasi kandang. Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum. 6. Colibacillosis Penyebab penyakit ini adalah Escherichia coli. Problem yang ditimbulkan dapat infeksi akut berat dengan kematian yang tiba-tiba dan angka kematian yang tinggi hingga infeksi ringan dengan angka kesakitan dan kematian yang dapat terjadi pada saluran pernapasan, septicemia atau enteritis karena infeksi pada gastrointestinal. Penyakit ini dapat berdiri sendiri atau diikuti oleh infeksi sekunder. Infeksi sekunder yang menyertai penyakit ini adalah Mycoplasma gallisepticum. Semua umur dapat terkena penyakit ini, namun yang paling banyak adalah ayam usia muda. Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan oleh bakteri akibat pertumbuhan dan multiplikasi. Invasi primer terjadi pada system pernapasan dan system gastrointestinal. Omphalitis atau infeksi pada anak ayam terjadi karena penutupan tali pusat yang kurang baik atau karena invasi bakteri melalui cangkang telur pada saat inkubasi. Berikut ini gejala yang timbul pada penyakit ini adalah napsu makan menurun ayam lesu dan tidak bergairah bulu kasar sesak napas kotoran banyak menempel di anus diare batuk Pada septicemia akut dapat menyebabkan kematian yang tiba-tiba. Pada pembedahan akan didapatkan dehydrasi bengkak dan kongesti pada hati, limpa dan ginjal perdarahan pinpoint pada organ viscera eksudat fibrinous pada kantung udara, kantung jantung dan permukaan jantung, hati dan paru sangat karakteristik usus menipis dan inflamasi serta mengandung mucous dan area perdarahan Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang seperti menjaga ventilasi udara, litter yang terjaga kebersihannya, secara teratur melakukan desinfeksi terhadap peralatan dan fasilitas lainnya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas pakan dan air minum, kepadatan kandang harus diperhatikan, penanganan mesin penetas telur dan menjauhkan ayam dari stress yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Pengobatan Colibasillosis dapat dilakukan dengan obat-obat sulfa, neomisin, streptomisin dan tetrasiklin. Meskipun demikian, menurut info yang lain dikatakan pengobatan penyakit ini cenderung susah dan tidak menentu. PENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI VIRAL Penyakit Bakteri merupakan penyakit unggas yang disebabkan oleh viral. Berikut merupakan jenis-jenis penyakit karena infeksi viral dan cara mengobatinya 1. Newcastle Disease ND atau Sampar Ayam ND merupakan infeksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo dan biasanya dikualifikasikan menjadi Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease VVND atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%. Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakangejala seperti gangguan pernapasan dan saraf. Tipe lemah lentogenik merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan. ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar. Pada tahap yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan. Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut excessive mucous di trakea gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas ayam tampak lesu napsu makan menurun produksi telur menurun mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir. Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu ayam yang tertular harus dimusnahkan. vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Jenis vaksin yang kami gunakan adalah ND Lasota yang kami beli dari PT. SHS. Vaksinasi ND yang pertama, kami lakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2. Untuk berikutnya pemberian vaksin kami lakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada. untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang penulis menyarankan agar memberikan vaksin ini dengan pola 444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Namun kami mempunyai sedikit perbedaan dengan jadwal pola 444.lihat jadwal pemberian vaksin modifikasi kami Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik. memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini. memberikan ransum jamu yang baik. 2. Gumoro Infectious Bursal Disease Gumoro Infectious Bursal Disease pada ayam Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Kedua bagian ini merupakan pertahanan tubuh ayam. Pada kerusakan yang parah, antibody ayam tersebut tidak terbentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh, maka penyakit ini sering disebut sebagai AIDSnya ayam. Ayam yang terkena akan menampakan gejala seperti gangguan saraf, merejan, diare, tubuh gemetar, bulu di sekitar anus kotor dan lengket serta diakhiri dengan kematian ayam. Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus dari genus Avibirnavirus. Di dalam tubuh ayam, virus ini dapat hidup hingga lebih dari 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksius. Gumoro memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, tetapi infeski sekunder yang mengikutinya akan menyebabkan kematian dengan cepat karena kekebalan tubuhnya tidak bekerja. Seorang penulis menyebutkan bahwa gumoro menyerang anak ayam pada usia 2 – 14 minggu dengan gejala awal sbb napsu makan berkurang ayam tampak lesu dan mengantuk bulu tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare berlendir yang mengotori bulu pantat peradangan di sekitar dubur dan ayam akan mematoki duburnya sendiri. jika tidur, paruhnya menempel di lantai dan keseimbangan tubuhnya terganggu. Sedangkan penulis yang berbeda menyebutkan gejala gumoro adalah sbb diare berlendir nafsu makan turun gemetar dan sukar berdiri bulu di sekitar anus kotor ayam suka mematuk di sekitar kloaka Penulis yang lain menyebutkan bahwa gumoro dapat dibagi 2 yaitu gumoro klinik dan sub klinik. Gumoro klinik menyerang anak ayam berumur 3-7 minggu. Pada fase ini serangan terhadap kekebalan tubuh ayam tersebut hanya bersifat sementara antara 2-3 minggu. Gumoro subklinik menyerang anak ayam berumur 0-3 minggu. Penyakit ini paling menakutkan karena kekebalan tubuh ayam dapat hilang secara permanen, sehingga ayam dengan mudah terserang infeksi sekunder. Gumoro menyebar melalui kontak langsung, air minum, pakan, alat-alat yang sudah tercemar virus dan udara. Yang sangat menarik adalah gumoro tidak menular dengan perantaraan telur dan ayam sudah sembuh tidak menjadi “carrier”. Upaya penanggulangan gumoro ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu vaksinasi, menjaga kebersihan lingkungan kandang. 3. Bronchitis Penyakit ini disebabkan oleh Corona virus yang menyerang system pernapsan. Pada ayam dewasa penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi pada ayam berumur kurang dari 6 minggu dapat menyebabkan kematian. Informasi yang lain menyebutkan bahwa ayam yang terserang penyakit ini dan berumur di bawah 3 minggu, kematian dapat mencapai 30-40%. Penularan dapat terjadi melalui udara, peralatan, pakaian. Virus akan hidup selama kurang 1 minggu jika tidak terdapat ternak pada area tersebut. Virus ini mudah mati karena panas atau desinfektan. Gejala penyakit IB ini sangat sulit untuk dibedakan dengan penyakit respiratory lainnya. Secara umum gambaran penyakit tersebut adalah batuk bersin rattling susah bernapas keluar lendir dari hidung terengah-engah napsu makan menurun gangguan pertumbuhan pada periode layer akan didapatkan produksi telur yang sangat turun hingga mendekati zero dalam beberapa hari, butuh waktu sekitar 4 minggu agar ayam kembali berproduksi, bahkan beberapa diantaranya tidak akan kembali ke normal. Telur yang dihasilkan akan berukuran kecil, cangkang telur lunak, bentuk telur menjadi irregular. Sanitasi merupakan factor pemutus rantai penularan penyakit karena virus tersebut sangat rentan terhadap desinfektan dan panas. Pencegahan lain yang sangat umum dilakukan adalah dengan memberikan vaksinasi secara teratur. 4. Avian Pox Avian pox mempunyai daya sebar yang relatif lambat. Avian pox disebabkan oleh minimal 3 strain atau tipe yaitu fowl pox virus virus cacar pada unggas, pigeon pox virus virus cacar pada burung dara dan canary pox virus virus cacar pada burung kenari. Biasanya cacar yang terjadi pada ayam disebabkan oleh fowl pox virus. Virus ini dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Virus ini sangat resisten pada keropeng yang kering dan dalam beberapa kondisi dapat hidup hingga beberapa bulan. Virus ini dapat ditransmisikan melalui beberapa spesies nyamuk. Nyamuk ini akan membawa virus yang infeksius ini setelah nyamuk tersebut menggigit unggas yang terinfeksi. Meskipun fowl pox penyebarannya relatif lambat, kawanan unggas ini dapat berpengaruh selama beberapa bulan. Perjalanan penyakit ini memerlukan waktu sekitar 3-5 minggu. Gejala yang didapatkan pada penyakit ini adalah pertumbuhan yang lambat pada unggas muda telur menurun pada periode layer kesulitan bernapas dan makan dry pox, dimulai dari “small whitish foci” dan kemudian berkembang menjadi “wart-like nodules”. Nodule tersebut kemudian akan mengelupas dalam proses penyembuhan. Lesi ini biasanya terlihat pada bagian tubuh yang tidak berbulu seperti lubang telinga, mata , jengger, pial dan kadang-kadang ditemukan di kaki. wet pox diasosiasikan dengan cavitas oral dan traktus respiratorius bagian atas, terutama pada laryng dan trakea. Langkah pencegahan yang utama adalah memberikan vaksinasi pada ayam. Pemberian vaksinasi dilakukan dengan melakukan penusukan pada sayap dengan jarum khusus. 5. Marek Visceral Leukosis Disebabkan oleh virus tipe DNA yang tergolong herpes tipe B. Marek diidentikan dengan penyakit anak ayam, meskipun demikian penyakit ini juga dapat menginfeksi ayam yang lebih tua. Anak ayam terserang adalah kelompok umur 3-10 minggu. Umur 8-9 minggu merupakan umur yang paling rawan. Penularan dapat terjadi secara kontak langsung, kotoran ayam, debu dan peralatan kandang. Marek dapat menimbulkan beberapa variasi gejala klinis, antara lain Marek tipe visceral – Ditandai dengan lesi pada gonad, hati, limpa, ginjal dan kadang-kadang pada jantung, paru dan otot. Penyakit ini biasanya akut, rupanya unggas yang sehat akan mengalami kematian secara cepat dengan tumor internal yang masif. Marek tipe neural – Ditandai dengan kelumpuhan yang progresif pada sayap, kaki dan leher. Penurunan berat badan, anemia, kesulitan bernapas dan diare merupakan gejala yang sering ditemukan . Ocular leucosis atau “gray eye” – Morbiditas dan mortalitas biasanya sangat kecil tetapi disebutkan mendekati 25%. Gejalanya dikarakteristikan dengan spotty depigmentation atau diffuse graying pada iris mata. Pupil mata berbentuk irregular dan gagal bereaksi terhadap cahaya. Diare berat dan kematian. Skin leukosis – Pembesaran folikel bulu karena akumulasi limfosit. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada DOC berumur 1 hari dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomarex yang terinfesi sebaiknya dimusnahkan agar tidak menularkan ke ayam yang sehat. PENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI PROTOZOA Penyakit Bakteri merupakan penyakit unggas yang disebabkan oleh protozoa. Berikut merupakan jenis-jenis penyakit karena infeksi protozoa dan cara mengobatinya Berak Darah/ Koksidiosis Berak darah atau sering disebut dengan koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penularan penyakit ini dapat melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung seperti kontak dengan droplet dari unggas yang terinfeksi. Pada saat unggas memakan koksidia, organisme ini akan menginvasi usus dan mengakibatkan kerusakan dan kemudian mulai berkembang biak. Beberapa minggu setelah terjadinya infeksi, koksidia akan berubah menjadi oocyst. Oocyst masih belum cukup matur, meskipun oocyst terdapat pada droplet, oocyst ini tidak dapat menginfeksi unggas lain kecuali ia berkembang sporulasi menjadi bentuk yang lebih matang di litter. Bentuk inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada unggas. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari jumlah protozoa yang termakan. Di dalam peternakan, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui alas kaki, baju, burung liar, peralatan, tempat pakan, serangga atau rodent. Gejala yang timbul pada penyakit ini adalah sbb kotoran lembek cenderung cair dan berwarna coklat kehitaman kerena mengandung darah pertumbuhan terhambat napsu makan menurun pada pembedahan ayam yang mengalami kematian akibat penyakit ini akan ditemukan pada usus besarnya akan bengkak berisi darah. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi pada ayam pada usia 4 hari. Biasanya kami akan memberikan vaksinasi ini dengan melakukan penyemprotan pada pakan. Selain itu harus dilakukan sanitasi yang baik pada kandang DOC. Pilihlah pakan yang sudah mengandung koksidiostat preparat pembunuh protozoa Eimeria. PENYAKIT AYAM KARENA INFEKSI PARASIT Cacingan Worm Disease. Cacingan pada ayam dapat disebabkan oleh 1. Ascaridia galli Ascaridia galli pada ayam Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi. Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus unggas yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama tinja. Embrio akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Unggas akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini. Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum. 2. Heterakis gallinae Heterakis gallinae pada ayam Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole. 3. Capillaria annulata atau Capllaria contorta Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata. Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius untuk peternakan. Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan, penurunan produksi dan fertilitas. Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole. Secara umum, seorang penulis menggambarkan gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb tubuh ayam menjadi kurus Nafsu makan berkurang sayap kusam dan terkulai kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah pertumbuhan lamban Penanggulangan yang dapat dilakukan secara umum adalah sanitasi kandang dengan desinfektan pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 30 ml/3 liter air untuk 100 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 6 ml/10 L air untuk 100 ekor ayam campurkan premix ke dalam makanan dengan dosis kg/kg pakan diberikan selama 5-6 hari FAKTOR LAIN PENYAKIT AYAM Faktor utama penyebab ayam sakit adalah karena kecerobohan dalam mengelola peternakan yang diakibatkan oleh faktor-faktor Sanitasi yang tidak benar, dengan ciri peternakan menjadi kotor, bau dan terkesan jorok Tidak melakukan pembersihan rutin dan pemberian obat dan vitamin kepada unggas yang ada. Dan tidak dilakukannya vaksinasi pada unggas. Yang terpenting adalah ”LAKUKAN VAKSINASI” Dengan cara-cara yang benar dan waktu yang teratur seperti kami terangkan pada halaman vaksinasi.
Apabilabroiler terserang penyakit ini, maka akan menunjukkan gelaja sesak napas, ngorok, dan keluar cairan eksudat dari hidung atau mulut. Anda dapat melakukan. Pencegahan terhadap penyakit ini, yaitu dengan sanitasi dan desinfeksi. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan beberapa hal seperti ventilasi cukup, sanitasi air minum, kepadatanPenyakit ayam sangat banyak jenisnya, sudah seharusnya bagi setiap mengetahui dan cara penanganannya. Sebab ilmu pengalaman tidak selalu dialami sendiri, dengan adanya sharing sesama pengobi akan menambah wawasan baru yang tak terbatas. Jadi pada intinya jangan sungkan dan gengsi untuk memulai percakapan yang kelihatan sepele yang baik ini kami selaku admin dunia binatang akan mengulas penyakit ayam yang sangat berbahaya dan beresiko kematian. Teruntuk kalian yang sedang membaca artikel ini usahakan sampai selesai supaya bisa mengetahuinya secara satu aspek yang kerap membuat pelaku ternak tidak bersemangat menggeluti bidang ini adalah adanya serangan penyakit mematikan. Oleh karena itu membuat semakin sedih karena mungkin modal utamanya belum balik dan baru mau mengembangkan sudah gagal total. Untuk menyikapi hal seperti ini sobat mesti membuat manajemen yang baik dan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur. Ya sudah tanpa panjang lebar, kita sama-sama simak penjelasan dibawah berikut ini Bagaimana Penyebaran Penyakit Ayam Mematikan?Beternak ayam merupakan peluang untuk tambahan uang pemasukan. Sebab pangsa pasarnya sangat luas baik dari restoran, penghobi ataupun kolektor ayam berkelas ada juga. Akan tetapi peternak pun harus menyadari dari resiko kalau ternaknya bisa pula menjadi wabah bagaimana sistem persebaran penyakit ini bisa menular ke ternak kita yang sudah dikelola dengan cukup baik? Umumnya virus mematikan bisa ditularkan melalui udara, sentuhan tangan orang, tempat pakan dan minum serta ayam flu burung, avian influenza, berak darah dan masih banyak lainnya. Agar ternakan sobat bisa tetap sehat yakni dengan membuat pagar, manajamen kandang, perawatan harian dan pemberian jamu serta suplemen. Selain itu buatlah kandang isolasi untuk ayam yang sakit atau ayam yang baru, guna lebih efektif untuk penularan sumber penyakit mematikan pada mengetahui cara penyebaran dan penularan penyakit hewan ternak, tidak lengkap rasanya kalau tak mengetahui jenisnya. Zaman sudah modern dengan didukung teknologi yang sangat canggih. Tentunya pelaku ternak harus mengikuti arus ini untuk mendukung perkembang bisnis setidaknya bisa mengetahui beragam penyakit yang beberapa dekade ini menjadi sumber permasalahan bagi peternak kecil hingga menengah. Nah, daripada sobat semakin penasaran, yuk baca lebih lengkap lagi penjelasan dibawah berikut ini Flu Burung atau Avian Influenza AITipe penyakit yang pertama ini lebih dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan flu burung yang mana sumber penyakitnya pada pernafasan dan pencernaan ayam penyebabnya adalah virus influenza tak sekedar ayam saja berbagai spesies unggas baik burung dan angsa bisa terserang oleh virus flu burung. Kalau kita dalami bahwa virus ini sangat ganas dikarenakan mempunyai sifat evolusi dan dapat menularkan ke manusia untuk mengendalikan penyebaran penyakit avian influenza sobat bisa menerapkan vaksin inaktif AI H5N1 isolat lokal. Dengan memberikan vaksin ini dipercaya bisa memberikan antibodi yang bagus dan menurunkan ekskresi dari virus. Kalau ingin membeli ditoko pakan terdekat bisa menanyakan vaksin AI dan ND, tujuanny adalah memberikan tambahan perlindungan terhadap penyakit Brounchitis IBKemudian yang kedua ini adalah virus ayam menyerang pada pernafasan pada ayam yang sifatnya sangat berbahaya bahkan resiko penularannya sangat tinggi. Sedangkan penyebabnya sendiri dari coronavirus yang memiliki lebih dari satu masyarakat jawa cukup berhati-hati lantaran sudah tersebar dengan nilai presentase 40,60%. Berdassarkan data yang kami ketahui bahwa fakta dilapangan menunjukkan kasus IB sangat kerap terjadi pada peternak ayam yang rutin melaksanakan progam dari itu hingga saat ini penggunaan vaksin masih kurang efektif untuk menggulangi serangan penyakit IB di lapangan. Jika ingin mengetahui lebih lengkap untuk mengatasinya jangan sungkan untuk sharing kepada peternak disekitar atau Penyakit Newcastle Disease NDJenis penyakit ayam yang berbahaya ketiga ini dikenal dengan sebutan tetelo dimana penyebaran penyakitnya pada pernafasan unggas ternak, sedangkan dari penyebabnya adalah genus paramyxovirus. Tetelo di indonesia bersifat patogenisitasnya tetelo terbagi menjadi 3 macam seperti mesogenik, velogenik dan lentogenik. Selain itu kejadian dilapangan selalu terus menerus di seluruh tanah air dan menyebabkan kematian ayam yang tinggi. Untuk mengatasinya sobat memberikan kombinasi vaksin ND & IB, karena sudah direkomendasikan oleh pengembang vaksin di Ayam GumboroGumboro merupakan penyakit ayam yang cukup berbahaya dan secara ilmiahnya dinamakan infectious bursal disease. Faktor utamanya yaitu dari virus famili birnaviridae. Bahkan angka kematian cepat meningkat, hanya saja tergantung daru galur dari itu dampak kematian yang tinggi dan sulitnya dikontrol menjadikan nilai kerugian yang sangat besar bagi peternak. Namun dengan adanya program vaksinasi semua kalangan peternak ayam ras di indonesia bisa meminimalisir dan ayam pun bertambah ayam Infectious Laryngo TracheitisJenis penyakit yang kelima ini bernama ILT atau secara lengkapnya infectious laryngo tracheitis. Ciri khas gejalanya ditandai dengan kesulitan bernafas dan kelur eksudat berdarah. Sebab sel membraan mukous pada trachea yang terserang sehingga menjadi bengkak, lantaran akibat erosi dan secara mudah untuk mengenali pada ayam yang terkena yaitu kepala membengkak, mata mengeluarkan busa/darah & dan ayam membuka paruh dikarenakan sulit kondisi tertentu serangan virus ini menimbulkan radang yang disertai pendarahan hebat pada trachea bahkan terdapati gumpalan darah beku pula. Maka dari itu penyebaran penyakit ini sangat berbahaya dan sifatnya akut karena menular pada unggas Darah AyamLalu yang terakhir ini kerap terjadi pada anakan dibawah usia 1 bulan dan cukup rawan sekali. Sehingga tak heran kalau dampaknya berupa kematian. Beberapa gejala yang bisa dikenali yakni mengalami menggigil, mencret,, sayap kusam dan menggantung ke bawah serta nafsu makan ayam bangkok sobat mengalami hal ini sobat bisa menanganinya dengan memberikan tetra chlorine, toltradex & therapy. Penyakit ini umumnya disebut dengan koksidiosis. Rekomendasi obatnya yaitu toltradex ataupun Mengobati Penyakit AyamPernah mengalami ayam tanpa gejala tiba-tiba mati mendadak? Khususnya sobat yang memelihara ayam kampung atau bangkok yang di umbar secara bebas dilingkungan sekitar rumah bukan? Ayam saya sudah dibuatkan pagar kok min, benarkah ada ayam baru beli dipasar?Nah itu bisa banget menjadi sumbernya, apalagi disaat peralihan musim seperti ini sangat rawan adanya ayam sakit dan mati tanpa ada tanda-tanda. Lalu bagaimana cara menanganinya secara vaksin dan tradisional? Ya sudah langsung cek saja daftarnya dibawah ini Vaksinasi Obat Penyakit Ayam PetelurCara menangani penyakit ayam yang pertama ini dilakukan kalau populasinya cukup banyak, ya setidaknya diatas 100 ekor ayam. Umumnya yang sudah berlaku dimasyarakat pun yaitu memanggil dokter untuk penyuntikannya dengan berkala sesuai kebutuhan dan kondisi fisik ayam sobat mau mengaplikasikan sendiri ya harus belajar terlebih dahulu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Beberapa merk vaksin ada yang namanya ND, IB, IBD dan AI. Sebab rata-rata permasalahannya juga keempat vaksin Mencegah Penyakit Ayam Secara HerbalUpaya terbaik untuk terjadinya serangan penyakit saat musim pancaroba ialah dengan memanfaatkan obat-obatan secara tradisional yang diramu sendiri. Bahan dasar dari ramuan ini adalah kunyit, temulawak & jahe yang dihaluskan atau di tumbuk lalu tambahkan air bisa memberikan dengan campuran pakan atau air minumnya ayam. Khasiatnya ini berupa antioksida yang dapat menambah kesehatan ayam dikala cuaca yang tak menentu. Selain itu juga sangat cocok untuk obat peternak rumahan yang memelihara tidak banyak, karena murah dan ramah sekiranya bisa manambahkan dedaunan untuk jamu juga ketika tidak waktunya diberi obat herbal diatas. Tips ini juga bisa memangkas biaya pakan 5-10% dari total pakan untuk hewan ternak. Bagaimana sobat puas tidak dengan metode seperti ini?Demikianlah rangkaian informasi yang bisa kami sampaikan seputar jenis penyakit ayam versi dunia binatang, semoga dengan adanya pemaparan diatas dapat bermanfaat untuk kita semua, sekian dari kami dan terima kasih.ObatTradisional Ambeien. Ambeien, merupakan salah satu jenis penyakit yang terjadi pada anus yang jika tidak ditangani secara langsung akan membahayakan. Maka sebelum penyakit semakin parah, sebaiknya segera lakukan penanganan berupa pengobatan dan mulai menjaga asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pengertian sebenarnya dari ambeien itu Usaha beternak ayam memiliki peluang yang bagus dan banyak orang sudah terjun ke dunia usaha ini. Tapi bukan berarti bisnis ini tanpa kendala, hal yang perlu diwaspadai adalah penyakit ayam, karena dapat menurunkan tingkat produktivitas ayam bahkan menyebabkan kematian. Tentunya ini akan menimbulkan kerugian yang lumayan besar. Tingginya angka kematian pada ayam yang terserang penyakit adalah saat ayam berusia dibawah 2 bulan, sedangkan ayam usia 2 bulan ke atas sudah lebih kebal. Tapi tidak menutup kemungkinan juga bagi ayam dewasa untuk terserang penyakit, karena selain faktor cuaca, faktor pakan dan lingkungan yang tidak memadai juga bisa berpengaruh besar pada kondisi kesehatan ayam. Namun situasi ini adalah hal yang umum dialami bagi para pebisnis ayam, yang terpenting saat ayam terkena penyakit kita perlu tahu ciri-cirinya. Sehingga memudahkan proses pengobatannya dan melakukan pencegahan agar tidak terjadi penularan pada yang lain. Baca juga 15 Jenis ayam hias terlengkap beserta foto + gambar 8 Jenis ayam yang biasa dijadikan ayam petarung Artikel ini akan membahas beberapa jenis penyakit pada ayam dan ciri-cirinya. Tetelo ND Tetelo atau Newcastle Disease, juga disebut sebagai sampar ayam, merupakan penyakit yang sering ditemukan dan paling ditakutkan karena dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi pada ayam. Penyakit ini adalah suatu infeksi viral yang disebabkan virus Paramyxo. Penyakit ini ganas karena penyebarannya sangat cepat dan luas. 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi dan biasanya virus Paramyxo ini ditularkan melalui burung liar. tatelo Ciri-ciri ayam yang terkena tetelo ayam terlihat lesu, nafsu makan berkurang, produksi telur menurun, gangguan saluran pernapasan, batuk, mulut berlendir, kotoran encer berwarna kehijau-hijauan, jengger dan kepala kebiru-biruan, kornea keruh, kelumpuhan dan kejang-kejang hingga kepala terpuntir ke belakang. Masih belum tersedia obat untuk penyakit tetelo, maka lebih baik lakukan tindakan pencegahan berupa vaksinasi ND dan ayam yang terjangkit tetelo segera di karantina atau di bakar agar tidak menular. Gumoro Disebut juga Infectious Bursal Disease IDB. Gumoro menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh si ayam penyakit ini berasal dari virus genus Avibirnavirus. Penyebarannya melalui kontak langsung, air minum, pakan, peralatan dan udara yang sudah tercemar virus. Penyakit ini memang tidak langsung menyebabkan kematian pada ayam, virus ini bisa hidup hingga 3 bulan pada tubuh si ayam. Tetapi, karena menyerang sistem imun maka akan menyebabkan infeksi-infeksi yang berakhir dengan kematian. Guoro Ciri-ciri ayam terkena gumoro nafsu makan berkurang, ayam tampak lesu dan mengantuk, bulu kusam, gemetar, diare berlendir, keseimbangan yang mulai terganggu dan terjadinya iritasi / peradangan pada dubur karena ayam sering mematukinya. Belum tersedia obat efektif untuk menyembuhkan ayam yang terserang gumoro, jadi lebih bijaksana untuk mencegahnya dengan melakukan vaksinasi rutin menggunakan gumboro vaccin nobilis, delvax gumboro, bursavac dll. Cacingan Cacing yang menyerang biasanya cacing gilig dan cacing pita. Cacing gilig biasanya menyerang anak ayam sedangkan cacing pita menyerang ayam yang sudah dewasa. Penyakit cacingan biasanya banyak menyerang saat musim penghujan tiba. Ciri-ciri ayam cacingan nafsu makan berkurang, pertumbuhan terhambat / jadi lambat, tubuh ayam menjadi kurus, kurang aktif / lemas, bulu tampak kusam dan kotoran encer / diare yang berlendir berwarna agak putih dan kadang juga berdarah. ayam cacingan Jika ayam cacingan bisa digunakan obat cacing preparat piperazine yang mampu memutus rantai penularan karena mampu membunuh cacing dewasa. Atau bisa juga gunakan yang lain seperti pipedon-x liquid piperavaks, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazi, fenbendazole atau leviamisole. Snot Penyakit snot atau disebut juga coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum, biasanya menyerang pada saat pergantian musim. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah tropis dan dapat menyerang anak ayam maupun yang sudah dewasa. Angka kematiannya mencapai 30 % dan angka kesakitannya mencapai 80 %. Penyebaran melalui kontak langsung dengan ayam yang terjangkit, air minum, pakan, debu, udara, peralatan dan petugas kandang. ayam sakit snot dimata Ciri-ciri ayam yang terjangkit snot tidak nafsu makan, terlihat lemas dan mengantuk, pertumbuhan lambat, keluar lendir kuning yang berbau dari hidung, keluar cairan dari mata mata berbusa, pembengkakan sinus batas antara mata dan hidung, kerak di dalam hidung, pilek dan susah bernafas. Pengobatan yang bisa diberikan pada ayam yang menderita snot adalah menggunakan preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Bisa juga menggunakan preparat enrofloksacyn Enflox / dengan preparat amphycillin dan colistin Amphyvitacol. Antibiotik juga bisa digunakan seperti ultramycin, imequil atau corivit. Ada juga yang mengunakan pengobatan tradisional seperti susu bubuk / perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Tapi bagi ayam yang kondisinya sudah sangat parah berikan juga obat suntikan berupa sulfamix. Ngorok Biasa juga disebut Chronic Respiratory Disease CRD / sinusitis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Penyakit ini biasanya menyerang ayam yang berusia sekitar 4-9 minggu, yang menular melalui kontak langsung, air minum, pakan, manusia dan telur tetas yang terinfeksi. Ayam ngorok via Ciri-cirinya nafsu makan yang menurun, kurus, lesu, warna bulu pucat dan kusam, buih pada mata, suka gelengkan kepala, keluar cairan dari hidung, kotoran cair dan berwarna putih, nafas berbunyi / ngorok. Cara mengobatinya Di Berikan Baytrit 10% Peroral, Mycomas, Tetracolin secara oral atau Bacytracyn yang dilarutkan di air minum. Berak Kapur Disebut juga Pullorum sesuai dengan nama bakteri yang mengakibatkan penyakit ini yaitu bakteri Salmonella pullorum yang mampu bertahan selama 1 tahun di tanah. Biasanya menyerang anak ayam yang berusia 1-10 hari, meskipun menyerang ayam dewasa tapi menyebakan angka kematian yang lebih tinggi terjadi pada anak ayam, sebesar 85 %. Gejalanya pun tidak terlalu nyata pada ayam dewasa. Ciri-ciri ayam yang terjangkit nafsu makan berkurang, badan lemas dan kusam, mata menutup, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat hangat, jengger berwarna keabuan, bulu dubur melekat dan kotoran encer yang bercampur dengan butiran putih layaknya kapur. Menyuntikkan preparat sulfonamide atau antibiotik furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam untuk mencegah kematian ayam bukan untuk menghilangkan infeksinya. Berak Hijau Masih belum jelas penyebab penyakit berak hijau ini, diduga berasal dari bakteri yang sama seperti bakteri yang menyebabkan penyakit berak kapur yaitu Salmonella pullorum. Penyakit ini merupakan penyakit kronis yang bisa berakibat kematian. Penularannya melalui kontak langsung saat ayam jantan mengawini ayam betina, air minum dan pakan. Ciri-cirinya kehilangan nafsu makan, mata lesu, bulu kusam, terkadang pilek, mulut berlendir, jengger berwarna kebiruan dan kotoran encer berwarna hijau. Belum tersedia juga obat yang digunakan untuk menyembuhkannya, sebaiknya jaga kebersihan kandang dan lakukan vaksinasi rutin. Kolera Disebabkan oleh bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida yang biasanya menyerang ayam ras petelur dan ayam broiler. Penyakit ini bersifat kronis dengan gejala awal berupa penurunan produktivitas hingga kematian. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan, yang dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, air minum, peralatan, manusia tanah dan hewan lain. Ciri-ciri ayam terkena kolera nafsu makan yang mulai berkurang, persendian kaki dan sayap yang bengkak disertai kelumpuhan, sesak nafas, jengger dan pial yang berwarna kebiruan, suka gelengkan kepala, kotoran encer berwarna kuning, coklat / hijau berlendir dan bau busuk. Pengobatan bisa dilakukan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil. Bisa juga gunakan koleridin atau bisa ditambah obat herbal seperti daun pepaya dan temuireng yang direbus. Berak Darah Sering disebut juga sebagai Koksidiosis, penyebabnya adalah protozoa dari genus Eimiria sp. Parah atau tidaknya penyakit ini bergantung pada protozoa yang termakan oleh si ayam. Ciri-ciri yang terjangkit nafsu makan yang menurun yang menyebabkan pertumbuhan terhambat, kotoran lembek cenderung cair dan warnanya coklat kehitaman karena mengandung darah. Saat di lakukan pembedahan pada ayam mati akibat koksidiasis, usus besarnya membengkak berisi darah. Bisa diobati dengan menggunakan noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau yang lainnya. Marek Marek atau Visceral Leukosis disebabkan oleh virus tipe DNA yang tergolong herpes tipe B. penyakit ini paling rawan menyerang ayam saat ayam berumur 3-10 minggu, saat menjelang kematangan seksualnya. Ciri-ciri ayam terkena marek tubuhnya kurus, pucat, lemas, jalannya sempoyongan dan kepincangan, mata buta serta terdapat semacam tumor dibawah kulit. Belum tersedia obat pasti untuk menyembuhkannya, jadi sebaiknya lakukan vaksinasi saat bibit masih berumur sehari menggunakan vaksin yang berasal dari herpes virus kalkun strain FC 126 yang merknya Mar-Blem, Sterwin-HVT, MD-VC, dan Lyomarex.
- Пр е ωмуዛущ
- Սу уռኖ
- Ф аλегι
- Λоςоз уጧасу
- Էኃ ጣцኘπ
- Υፓухևρቹπ խፕεвсуፃик կаኛխ
- Ибун սωፎ л диц
- Բо σըбомէщиտኃ ևςухуጨևψаኡ
- Иውοኖемοрևր ст ሯሐоβоսሁλ рոпроλу
- Чеኂускаπис θкислը ֆышиኣጇ ኔвዝጊуջепεቂ
- Трυլυ ሏሃ атиջխмиዐ
PENYAKITPENYAKIT PADA AYAM ADU DAN OBATNYA. AYAM LUMPUH. Ada banyak jenis penyakit yang menyerang unggas dan setiap penyakit punya vaksin sendiri. Pemberian vaksin sebaiknya sejak Ayam kita berumur 1 minggu dan di lakukan secara berkala dan sesuai dosis. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah di lemahkan yang di suntikkan kedalam tubuh
- Melakukan hubungan seks yang aman sangat penting untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Pasalnya ada beberapa jenis penyakit kelamin yang hingga kini belum ada obatnya untuk mengatasi penyakit dari HIV, HSV hingga infeksi virus Zika, semua penyakit tersebut belum dapat disembuhkan dengan obat khusus sehingga kita perlu mewaspadai penularannya. Baca juga Jarang Disadari, 6 Kegiatan Ini Berpotensi Menularkan Penyakit Kelamin Jenis penyakit kelamin yang belum ada obatnya Penularan penyakit kelamin bisa terjadi ketika tubuh terinfeksi virus atau bakteri yang kemudian menular melalui kontak seksual baik vaginal, oral atau penyakit kelamin ada yang cukup mudah diatasi dengan minum obat dan perawatan medis lainnya, tapi sayangnya sejumlah penyakit kelamin bahkan ada yang tidak dapat disembuhkan karena belum ditemukan obatnya. Dr Neha Bothara, konsultan obstetri dan ginekologi dari RS Hiranandani Vashi-A Fortis Network Hospital, India mengatakan bahwa beberapa jenis penyakit kelamin berikut ini tidak memiliki obat khusus dalam penanganan secara medis. Sehingga metode dan cara mengatasinya masih berdasarkan gejala yang muncul oleh penderita. 1. Human immunodeficiency virus HIV Penyakit menular seksual yang paling terkenal dan ditakuti adalah HIV. Selama beberapa tahun perakhir, perawatan lanjutan, pengobatan jangka panjang dan terapi antiretroviral telah terbukti memperbaiki kondisi pasien yang terinfeksi. Perawatan ini dapat membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran virus sambil mempertahankan sistem kekebalan yang kuat. Selain itu, pengobatan tersebut dinilai dapat membantu mencegah perkembangan AIDS dari HIV. .